Nekat! Tesla Model 3 Terabas Banjir Setinggi Kap Mesin

Berita Otomotif

Nekat! Tesla Model 3 Terabas Banjir Setinggi Kap Mesin

SHANGHAI – Tesla Model 3 berhasil melewati banjir yang tingginya hampir menutupi kap mesin.

Berkendara melalui genangan air atau banjir dengan ketinggian diatas ban merupakan sebuah tindakan yang seharusnya dihindari. Terlebih bila mobil tersebut bukanlah mobil off road dengan spesifikasi yang sudah dimodifikasi.

Namun hal tersebut tampaknya tidak diperdulikan oleh pengendara Tesla Model 3 di Shanghai, Cina. Pengendara ini dengan tenangnya melalui banjir di kota tersebut padahal ketika itu ketinggian air melampaui kap mesinnya.

Dalam video tersebut terlihat bahwa Tesla Model 3 melaju untuk ke tempat parkir dengan menuruni sebuah cekungan yang mengakibatkan seluruh bagian depan mobil tertutup air. Menariknya, Tesla Model 3 dapat terus melaju dengan tenang.

Tesla sendiri bukan pertama kali menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi banjir. Pada tahun 2016, video serupa pun juga sempat viral dan Elon Musk, CEO Tesla langsung memberikan komentar pada twitternya. Dalam twitnya, Ia mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak disarankan meski mobil tetap dapat berjalan dengan baik dalam periode tertentu.

Sempat Viral di Indonesia

 

Serupa dengan Cina, di Indonesia juga sempat viral beberapa video yang menampilkan mobil-mobil menerabas banjir pada awal tahun 2020. Salah satu video yang paling banyak diperbincangkan adalah video Isuzu Panther.

Ketika itu, mobil yang merupakan angkutan kota tersebut menembus banjir meski tingginya melebihi kap mesin. Lebih gilanya lagi, mobil dalam kondisi penuh penumpang ditambah satu orang penumpang bergantungan di pintu masuk.

Meski berhasil melalui banjir, Isuzu menegaskan bahwa tindakan tersebut terbilang berisiko. Anjar Kisworo, Service Department Head Astra Isuzu menerangkan bahwa posisi mesin, air intake, dan lain-lain dari setiap merek bahkan tipe unit bisa berbeda-beda posisinya. Pihaknya tetap menyarankan sebaiknya dalam berkendara tetap menghindari daerah banjir.

Pasalnya, dalam banjir ada banyak faktor eksternal seperti halangan atau lubang yang tak terlihat, arus deras air, gelombang, cipratan air. Ini semua dapat menimbulkan kerusakan.

“Pada dasarnya kendaraan diesel konvensional selama selama battery (aki) dan jalur listriknya tidak korslet dan intake tidak kemasukan air, mobil akan tetap bisa berjalan dan yang terpenting tidak boleh berhenti saat melewati banjir. Untuk Isuzu Panther, posisi intake ada pada atas toda dan di fender dan posisi battery juga tinggi,” paparnya.

Sistem udara masuk yang bagus, lanjut dia, sedemikian tidak mudah menyedot air dan sistem isolasi kelistrikan juga bagus. Maka, yang terjadi, air akan sulit masuk ke fender dan ruang mesin.

“Secara teknis, air cenderung terbelah dan terdorong ke depan. Hal ini juga didukung kemampuan pengemudi,” tutupnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar