Tantangan Supir Truk, Mulai dari Tilang hingga Kesulitan Mundur

Berita Otomotif

Tantangan Supir Truk, Mulai dari Tilang hingga Kesulitan Mundur

JAKARTA – Mengendarai truk bukanlah pekerjaan mudah, salah sedikit maka tilang menanti belum lagi trik melakukan manuver khususnya saat mundur.

Hal tersebut disampaikan oleh Mahmud, salah satu pengemudi yang mengikuti program pembuatan dan perpanjangan SIM Gratis dari UD Trucks. Untuk menghindari hal tersebut, Ia harus lebih berhati-hati khususnya saat melintas di jalan tol.

“Kebanyakan yang ditilang adalah pengemudi mengemudikan truknya di jalur tiga padahal seharusnya mereka hanya boleh mengemudikan truk di jalur satu dan dua. Makanya sering ditilang oleh Polisi di tengah jalan,” ungkapnya di sela-sela program pembuatan SIM gratis oleh UD Trucks.

Selain itu mengemudikan truk dengan muatan berlebih juga menjadi salah satu hal yang harus dihindari oleh pengemudi. Pasalnya, Polisi juga sering melakukan penindakan terhadap kendaraan dengan muatan berlebih.

“Jadi kalau yang muatannya terlalu banyak dan terlalu tinggi juga biasanya dihentikan oleh Polisi. Maka dari itu sebaiknya menghindari membawa barang dengan muatan berlebih,” tambahnya kemudian.

Tak hanya berurusan dengan Polisi, Ia pun mengaku bahwa sopir truk harus menghindari mengemudi dalam kondisi mengantuk. Dengan demikian maka keselamatan dalam perjalanan akan lebih baik.

“Lebih baik istirahat, berhenti untuk tidur di pinggir jalan daripada terus mengemudi. Tapi ada kalanya, cukup dengan minum minuman penambah energi dan rokok saja, itu sudah cukup. Tergantung jarak perjalanannya juga,” tambahnya.

Mundur adalah yang paling sulit

Tantangan dalam mengemudi truk bukan hanya dengan Polisi namun juga saat memundurkan truk tronton. Meski sudah dibantu oleh kenek sekalipun, menurutnya memundurkan truk tronton masih sangat sulit.

“Kesulitan tertinggi adalah saat mundur. Ini karena memundurkan tronton berbeda dengan memundurkan mobil pada umumnya. Kalau mau belok kiri, maka setir diarahkan ke kanan, sementara kalau mau belok kanan maka setir diarahkan ke kiri,” ungkap pria yang sudah 20 tahun mengemudikan truk tronton ini.

Kesulitan lain adalah banyaknya pemotor yang masih memaksa untuk terus jalan meski posisi truk sudah mundur. Padahal, truk tronton tidak bisa mengerem mendadak meski kecepatannya sudah rendah.

“Memang banyak pemotor memaksa masuk meski truk sudah posisi mundur dan menambah sulit proses mundur. Banyak teman yang mengatakan bahwa saat mundur tiba-tiba merasa ada suara ‘tuk’ dan saat dilihat ternyata sudah ada pemotor yang tergeletak,” tambahnya.

Untuk itu Ia menyarankan bahwa bila ada truk tronton mundur, sebaiknya tidak memaksa untuk memotong jalan. Pasalnya dalam kondisi tersebut, kesulitan mengemudi sedang dalam level tertinggi dan diperlukan konsentrasi penuh. Dengan demikian resiko terjadi kecelakaan dapat dikurangi. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual