SUV Dicap Sebagai Pembunuh Nomor 1 Penjalan Kaki

Berita Otomotif

SUV Dicap Sebagai Pembunuh Nomor 1 Penjalan Kaki

VIRGINIA - The Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) mengungkapkan bahwa mobil dengan model SUV lebih cenderung mengakibatkan kecelakaan fatal atau menewaskan pejalan kaki dibandingkan model lainnya.

Lembaga asuransi untuk keselamatan jalan raya di Amerika Serikat ini melakukan sebuah studi. Hal ini juga terkait dengan terus meningkatnya SUV dan crossover dewasa ini hingga disebut cenderung mendominasi pasar Negeri Paman Sam.

“Proporsi SUV di AS telah tumbuh secara dramatis, sehingga mereka tampaknya masih lebih mematikan bagi pejalan kaki daripada mobil jeni lain”, kata Sam Monfort, ahli Statistik IIHS dan penulis utama studi ini.

IIHS mengambil 79 sample kecelakaan yang terjadi 3 wilayah perkotaan Michigan, Amerika Serikat. Dan hasilnya menunjukkan bahwa SUV menyebabkan cedera yang lebih serius pada rata-rata kecepatan 30 km/jam.

Untuk tingkat kecepatan 20 - 63 km/jam, 30 persen kecelakaan yang melibatkan SUV disebut memakan korban fatal bagi pejalan kaki. Sementara untuk mobil biasa lebih rendah, tercatat 23 persen.

Jika kecepatan lebih tinggi lagi yakni mencapai 64 km/jam, didapat data bahwa bisa dipastikan pejalan kaki akan mengalami kejadian fatal hingga tewas 100 persen. Sementara model lain atau kendaraan kecil tercatat hanya 54 persen, ini merupakan perbedaan yang sangat signifikan.

Penyebab SUV menjadi pembunuh nomor 1 tentu terkait dengan rancang bangunnya. Lewat bentuk tinggi dan besar, tentu menghasilkan transfer energi yang besar ke pejalan kaki. Bagian-bagian vital seperti panggul dan dada pastinya akan mendapat hantaman yang cukup hebat setelah sebelumnya bumper depan melukai bagian kaki.

"Temuan kami ini memberikan lebih banyak bukti bahwa produsen perlu melakukan perubahan desain untuk membantu mengurangi kematian pejalan kaki apalagi sekarang lebih banyak kendaraan SUV di jalan," komentar Becky Mueller, Insinyur Riset Senior IIHS

Dari bagian ini, IIHS mencoba mencari jalan keluar. Seperti menyarankan, mungkin profil depan yang lebih mirng dapat mengurangi tingkat cedera.

Tapi rasanya hal ini tidak cukup. Dan perlu dicatat bahwa apa yang telah dilakukan pabrikan dewasa ini, berusaha membuat kendaraan aman bagi pejalan kaki dengan bumper serta struktur penyerap gaya lainnya tidak terlalu membantu. 

Intinya tidak ada satu pun mobil yang dicap aman jika terlibat kecelakaan dengan para pejalan kaki. Mungkin pabrikan harus lebih fokus pada fitur keselamatan otonom seperti contohnya sistem pengereman otomatis yang memanfaatkan sensor dan kontrol pedal rem.

Di samping ini, pemerintah kota harus lebih memikirkan keseimbangan antara pejalan kaki dan jalur kendaraan. Artinya mungkin ke depan, batas antara trotoar untuk pejalan kaki dan jalan kendaraan harus benar-benar aman serta tidak saling bersinggungan untuk menekan potensi kecelakaan. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar