Sinyal Peluncuran Toyota Kijang Innova Hybrid di Indonesia pada 2022 Makin Kuat

Berita Otomotif

Sinyal Peluncuran Toyota Kijang Innova Hybrid di Indonesia pada 2022 Makin Kuat

JAKARTA - Informasi tambahan dari Toyota makin menguatkan indikasi rencana peluncuran Kijang Innova hybrid di Indonesia pada 2022.

Informasi Kijang Innova hybrid awalnya muncul dalam presentasi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika membahas rencana elektrifikasi pabrikan-pabrikan otomotif dalam 'Investor Daily Summit 2021', Juli silam. Di situ tertulis versi hybrid dari multi purpose vehicle (MPV) ini diproduksi mulai 2022.

Lalu, dalam ‘Toyota Electrification Day 2021’ yang berlangsung pada Oktober, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengumumkan rencana peluncuran model hybrid produksi lokal tahun depan. Akan tetapi, ia masih menyimpan rapat-rapat identitas model tersebut.

Informasi terkait ini pelan tapi pasti makin terbuka. Dalam Virtual End Year Gathering 2021, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azzam mengungkapkan kendaraan hybrid yang diluncurkan dan diproduksi lokal tahun depan berasal dari model yang sudah dikenal pasar.

Toyota Kijang Innova

“Kami mulai dari model-model yang memang sudah beredar di Indonesia. Dengan demikian, kami berharap (mobil hybrid produksi lokal) langsung bisa diterima masyarakat karena modelnya sudah tidak asing lagi,” ucap dia dalam sesi tanya-jawab.

Langkah ini, lanjut Bob, juga menguatkan industri perakitan mobil nasional di tengah gangguan pandemi Covid-19. Pasalnya, model-model rakitan lokal Toyota sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN/local purchase) tinggi.

“Local purchase kami itu sudah hampir rata-rata mendekati 80 persen. Bahkan, untuk beberapa model sudah di atas 80 persen,” akunya.

Toyota Kijang Innova

Sekadar mengingatkan, era mobil listrik resmi dimulai di Indonesia sejak 16 Oktober 2021, ketika pemerintah menerapkan tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) spesial hingga 0 persen untuk mobil berteknologi elektrifikasi. Akan tetapi, ada persyaratan perakitan lokal dalam jangka waktu tertentu

Berbagai insentif fiskal maupun non-fiskal juga siap dihadiahkan oleh pemerintah, dengan payung hukum Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Bicara Toyota, salah satu merek terpopuler di dunia maupun di Indonesia ini telah berkomitmen menggelontorkan investasi tambahan dengan nilai total 2 miliar dollar AS (sekitar Rp28 triliun) hingga 2024 untuk perakitan lokal mobil berteknologi elektrifikasi. Toyota memilih fokus terlebih dahulu di teknologi mobil hybrid. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar