Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 3)

Berita Otomotif

Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 3)

JAKARTA – Setelah berbicara soal dominasi penggunaan Right Hand Traffic (RHT) atau penggunaan jalur kanan di dunia, lalu bagaimana dengan Indonesia yang menganut faham Left Right Traffic (LHT) menggunakan kendaraan setir kanan ?

Sejak era Hindia Belanda, lalu lintas di negeri ini berjalan di lajur kiri karena di negeri Belanda pun awalnya juga demikian. Namun pada 1 Januari 1906 ada perubahan penggunaan jalur di Negeri Kincir Angin dari LHT ke RHT. Ini berlaku hingga sekarang, di Belanda lalu lintas berjalan di sebelah kanan dan mobil memiliki posisi setir di sebelah kiri.

Sementara bekas negeri jajahannya tidak ada perubahan hingga saat ini seperti yang terjadi di negara kita Indonesia dan juga Suriname. Sempat terjadi kekisruan terutama di masa setelah merdeka yakni era 50’ hingga 60’-an.

Kala itu jalanan Tanah Air sempat didominasi mobil-mobil bongsor bersetir kiri yang diimpor dari AS termasuk kendaraan dinas Presiden Soekarno.

Lalu bagaimana jika suatu hari nanti pemerintah Indonesia mendadak menginstruksikan perpindahan jalur mengemudi LHT menjadi RHT ?

Dengan tingkat kesemrawutan seperti sekarang ini, tentunya akan memakan waktu panjang dan malas untuk membayangkannya. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan belakangan ini saja sudah membuat jalan-jalan di Jakarta lumpuh total berjam-jam pada ruas dan waktu-waktu tertentu.

Ilustrasi melakukan perpindahan posisi jalur jalanan dapat melihat sejarah lalulintas di Swedia. Salah satu negara di wilayah Skandinavia ini pernah melakukannya dan cukup menimbulkan kehebohan.

Hal ini pernah dimuat di majalah Time pada 15 September 1967. "Semua orang di Stockholm nampaknya telah menyetel alarm jamnya agar berdering sebelum matahari terbit. Tepat jam 4 pagi, semua mobil, skuter, dan taksi yang telah dipesan beberapa bulan sebelumnya mengalir menuju Kungastan, jalan utama kota itu. Di sana semua orang menunggu dengan khidmat hitungan mundur dari radio. Tepat pukul lima pagi, terdengar suara keras dari pengeras suara, Saatnya untuk perubahan. Dalam sekejap terjadi kemacetan monumental, lalulintas Swedia telah berganti ke lajur kanan".

Dalam kondisi Swedia yang kala itu sangat sepi saja memerlukan persiapan selama 4 tahun. Pemerintah sana melakukan banyak pekerjaan seperti memindahkan posisi rambu, membuat pintu akses bus di sebelah kanan, penggantian headlight mobil, hingga peristiwa konversi lalu lintas dari lajur kiri ke kanan yang dikenal sebagai Hogertrafik itu resmi berlaku mulai hari Minggu, 3 September 1967.

Ada beberapa hal yang mendukung suksesnya pemerintah Swedia melakukan perubahan. Seperti meski sebelumnya LHT, nyaris semua mobil di negeri kelahiran Volvo itu bersetir kiri. Hal itu memicu seringnya terjadi tabrakan frontal khususnya di jalanan pinggiran kota yang sempit.

Di tambah lagi, negara tetangga yang berbatasan darat seperti Norwegia dan Finlandia menganut right hand traffic atau berkendara di kanan.

Dan konversi ini dinilai cukup sukses karena sempat menurunkan angka kecelakaan lalu lintas Swedia hingga 40 persen berdasarkan jumlah klaim asuransi namun angka ini kembali "normal" enam minggu kemudian. 

Dengan ilustrasi ini rasanya sekarang sulit dan sangat rumit untuk melakukan perpindahan faham lajur jalan yang digunakan di suatu negara. Tahun lalu sempat beredar kabar bahwa Australia ingin melakukan hal tersebut, pindah dari LHT ke RHT. Namun itu hanya berita hoax belaka.

Kerumitan lain dari perpindahan jalur ini tentunya adalah melakukan perpindahan setir pada mobil. Kita akan dipusingkan dengan bentuk dashboard jika hanya diproduksi dalam satu versi, melubangi firewall, mengubah posisi sistem kemudi, pedal-pedal, jaringan kabel, dudukan aki, master rem, hingga wiper.

Karakter pengendalian pun bisa berubah jika kelurusan roda dan distribusi bobot tak lagi sesuai dengan hitungan pabrik. Dahulu beberapa mobil Completely Built Up seperti Hummer H2 produksi awal yang hanya tersedia dalam versi setir kiri harus dikonversi dulu di Australia sebelum dipasarkan di Indonesia.

Jadi jangan sekali-kali berkhayal untuk memindahkan paham lajur jalan. (Bersambung : Setir Kiri vs Setir Kanan (Bagian 4). (Ari)

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual