Selain MPV, Hyundai juga akan Produksi SUV Murah di Indonesia

Berita Otomotif

Selain MPV, Hyundai juga akan Produksi SUV Murah di Indonesia

JAKARTA – Hyundai tidak hanya bakal merakit lokal dan menjual MPV murah di Indonesia. Model SUV murah pun ada dalam rencana.

Hyundai kini sedang dalam tahap akhir pembangunan pabrik perakitan kendaraan yang berlokasi di Cikarang, Bekasi. Rencananya, produksi massal komersial berlangsung mulai awal 2022.

Salah satu model yang sudah dipastikan bakal dirakit di sana adalah MPV murah atau yang disebut juga low MPV (LMPV) atau B-segment MPV (B-MPV). Namun, pabrikan otomotif asal Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa ada beragam model dalam daftar mereka.

“Setelah diselesaikan dan mulai beroperasi, pabrik HMMI (PT. Hyundai Motor Manufacturing Indonesia—Red) rencananya secara paralel akan memproduksi kendaraan B-SUV, B-MPV, dan kendaraan listrik,” terang Hyundai dalam keterangan resmi yang diterima Mobil123.com pada 30 Agustus 2021.

Segmen B-MPV di Indonesia diisi oleh model-model semisal Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, maupun Honda Mobilio. Sementara itu, segmen SUV murah (low SUV/LSUV/B-SUV) dijejali model-model semisal Toyota Rush, Toyota Raize, Daihatsu Terios, Daihatsu Rocky, Honda BR-V, dan Mitsubishi Xpander Cross.

kunjungan Menteri Luhut Binsar Pandjaitan ke pabrik Hyundai Cikarang 2020

Sekadar mengingatkan, bisnis Hyundai di jagat otomotif Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ditangani langsung oleh prinsipal melalui PT. Hyundai Motors Indonesia (HMID) selaku distributor maupun PT HMMI sebagai produsen kendaraan.

Bahkan, kantor Hyundai untuk region Asia Pasifik juga mereka pindahkan dari Malaysia ke Indonesia.

Bentuk keseriusan lain Hyundai menggarap pasar mobil Tanah Air adalah dengan menggelontorkan investasi 1,55 miliar dollar AS atau berkisar Rp22,09 triliun, (kurs Rp14.256,65 per dollar AS) di Cikarang. Kapasitas produksi maksimalnya kelak menyentuh 250 ribu unit per tahun.

“(Pabrik Cikarang) akan mengekspor lebih dari 50 persen kendaraan hasil produksinya untuk memenuhi permintaan pasar di negara-negara ASEAN,” jelas Hyundai lagi dalam pernyataan pers.

Tak berhenti sampai di sana, Hyundai juga menggandeng LG Chemicals untuk mendirikan pabrik pembuatan baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat. Nilai investasi gabungan yang dibenamkan keduanya mencapai 1,1 miliar dollar AS atau sekira Rp15,68 triliun.

Hyundai dan LG bangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia

Pembangunannya berlangsung mulai kuartal keempat 2021 dan dijadwalkan selesai pada paruh pertama 2023.

Produksi komersial baterai listrik Hyundai-LG sendiri rencananya terjadi mulai semester satu 2024.

Di bawah HMID, Hyundai sudah merilis lima model baru sejak 2020 hingga detik ini. Ada duo mobil listrik, Ioniq dan Kona Electric, SUV medium-high Palisade, SUV medium Santa Fe facelift, dan yang terkini MPV pesaing Toyota Alphard bernama Staria. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar