Sekat Pemudik, Jalan Layang Tol Jakarta - Cikampek akan Ditutup

Berita Otomotif

Sekat Pemudik, Jalan Layang Tol Jakarta - Cikampek akan Ditutup

JAKARTA – Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed atau yang biasa dikenal sebagai jalan tol Layang Jakarta – Cikampek akan ditutup sementara.

Langkah ini merupakan bagian dari pengendalian transportasi dari Jasa Marga yang hendak mendukung larangan mudik. Meski demikian, jadwal penutuan jalan layang ini masih belum ditentukan karena harus mendapat persetujuan dari banyak pihak.

“Kami juga akan melakukan penutupan sementara Jalan Layang MBZ sesuai dengan masukan dari pihak Kepolisian. Namun untuk jadwalnya sendiri, hingga saat ini kami masih menunggu surat persetujuan dari Menteri PUPR,” terang Atika Dara Prahita, Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga.

Penutupan jalan tersebut pun akan dilakukan untuk kedua arah baik dari arah Jakarta maupun menunju Jakarta. Dengan penutupan ini maka diharapkan pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek akan terbatas.

Sekat Pemudik, Jalan Layang Tol Jakarta - Cikampek akan Ditutup

Tak hanya melakukan penutupan jalan layang, Jasa Marga juga mengantisipasi adanya pengalihan lalu lintas di gerbang tol terdekat dengan posko penyekatan. Jasa Marga menyiapkan mobile reader dan tambahan petugas tapping di gerbang tol untuk meningkatkan kapasitas transaksi serta memastikan keberfungsian peralatan tol dan kelengkapan operasional di setiap gerbang tol.

“Jasa Marga akan menyiagakan sarana prasarana dan personil untuk mendukung pelaksanaan pengawasan Kepolisian di lokasi check point tersebut, termasuk melengkapinya dengan CCTV,” tegasnya kemudian.

Selain itu, dii Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/rest area, juga dipastikan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari penerapan physical distancing & protokol kesehatan COVID-19, membatasi kapasitas parkir maksimal 50% dan waktu singgah pengunjung.

Sebelumnya diberitakan bahwa diperkirakan akan ada lonjakan pemudik pada hari ini. Sedikitnya akan ada 138.508 kendaraan yang akan melakukan perjalanan mudik satu hari sebelum larangan mudik diberlakukan.

Angka itu merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Ada pun perkiraan jumlah kendaraan keluar Jabotabek melalui gerbang tol utama pada periode 6-12 Mei 2021, atau H-7 s.d H-1 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sebesar 593.185.



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar