Raksasa Teknologi China Xiaomi Ramaikan Persaingan Mobil Listrik

Berita Otomotif

Raksasa Teknologi China Xiaomi Ramaikan Persaingan Mobil Listrik

SHANGHAI – Xiaomi makin siap terjun ke industri mobil listrik yang diproyeksikan berkembang dengan pesat.

Xiaomi sejak beberapa waktu belakangan sesungguhnya telah terjun ke industri otomotif. Namun, produk mereka barulah mobil konvensional yakni SUV Redmi Car.

Mobil ini pun hanya sebuah model rebadge (versi ganti logo) dari mobil China Bestune T77.

Xiaomi Redmi Car

Langkah itu dianggap belum cukup. Korporasi teknologi asal China tersebut, seperti dilaporkan Reuters baru-baru ini, telah merampungkan proses registrasi untuk memiliki divisi khusus mobil listrik yang mereka sebut Xiaomi EV Inc.

Sebagai modal awal, kapital Xiaomi EV Inc yang diinformasi dalam registrasi mencapai 10 miliar yuan (Rp22,07 triliun, 1 yuan = Rp2.207,89). Representasi legal divisi tersebut ialah Chief Executive Xiaomi Lei Jun.

Xiaomi EV Inc, menurut keterangan resmi produsen gawai pintar (smartphone) dan beragam produk Internet of Things (IoT) ini, sudah mempekerjakan 300 karyawan. Rekrutmen tenaga kerja masih akan terus mereka lakukan.

CEO Xiaomi Lei Jun

Tren mobil listrik di industri otomotif global sendiri diperkirakan bertumbuh dengan ‘kecepatan tinggi’. Chief Operating Officer Hyundai Asia Pacific Lee Kang Hyun memperkirakan pasar mobil listrik dunia pada 2030 berjumlah 30 juta unit dan berkontribusi 31 persen terhadap total penjualan mobil.

Padahal, pada 2020, penjualan mobil listrik secara global hanya 2 juta unit, dengan kontribusi hanya 3 persen dari total pasar mobil tahun itu.

Lebih lanjut, Xiaomi sebenarnya sudah membeberkan niat merambah industri mobil listrik pada Maret 2021 silam. Untuk memuluskan ambisi mereka, disiapkanlah investasi dengan total nilai 10 miliar dollar AS (Rp142,63 triliun, 1 dollar AS = Rp14.263) untuk satu dekade ke depan.

Xiaomi sendiri melangkah ke ranah mobil ramah lingkungan setelah sukses mempenetrasi industri smartphone. Pada kuartal kedua 2021, mereka menjadi merek smartphone terlaris kedua sejagat raya, di belakang Samsung.

smartphone Xiaomi Mi 11 Ultra

Lei Jun menjelaskan terjunnya Xiaomi ke industri kendaraan listrik merupakan ‘proyek kewirausahaan besar terakhirnya’. Sebagai bagian dari proyek tersebut, kompatriot senegara Huawei ini telah melakukan lebih dari 2.000 survei wawancara dan mengunjungi lebih dari 10 industri rekanan dan yang terkait.

Sayangnya, mereka belum banyak membocorkan detail strategi seperti rencana produk, tahun peluncuran, maupun pasar mana saja yang ingin dijamah.

Satu yang sudah diketahui, perusahaan telah mengakuisisi startup teknologi pengemudian otonom bernama Deepmotion untuk mengakselerasi riset dan pengembangan. Nilai pencaplokannya mencapai lebih dari 77 juta dollar AS (Rp1,09 miliar).

Xiaomi bulan lalu juga mengaku telah memulai komunikasi dengan beberapa pabrikan otomotif. Namun, mereka belum memutuskan bakal bekerja sama dengan yang mana. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar