Pertamina Resmikan SPKLU Baru, Isi Daya Masih Gratis

Berita Otomotif

Pertamina Resmikan SPKLU Baru, Isi Daya Masih Gratis

JAKARTA – Pertamina bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru di Jakarta.

SPKLU ini terletak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina yang berlokasi di SPBU MT Haryono dan Lenteng Agung.

Pemilik kendaraan listrik bisa mengisi daya baterai di sana secara gratis hingga waktu yang belum ditentukan.

"Alhamdullilah sudah beroperasi dan bisa digunakan oleh masyarakat. Untuk saat ini SPKLU dapat digunakan secara gratis, kami sedang mengurus perijinannya dan SPKLU ini akan kami komersialisasikan setelah perijinan tersebut sudah selesai," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan resminya.

SPKLU yang diresmikan tersebut memiliki fasilitas fast charging 50 kW dan dilengkapi dengan beberapa jenis colokan atau plug charger kendaraan yang memenuhi standar Eropa dan Jepang. Mulai dari CCS2 gun (standar Eropa), Chademo (standar Jepang), serta AC Type 2 dengan daya 43 kW.

SPKLU

Kehadiran SPKLU ini tentunya diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Terlebih keberadaan kendaraan listrik ke depannya dapat menurunkan emisi karbon dari sektor transportasi yang saat ini menyumbang 23 persen.

 

"Untuk itu, Pertamina berkomitmen melakukan transisi energi secara serius dan melibatkan program yang sangat masif. Target-target tersebut kemudian kami masukan ke dalam ESG initiative, baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam operasionalisasi bisnis Pertamina," tegasnya.

Tak hanya itu, Pertamina juga saat ini tengah mengembangkan beragam hal untuk mendukung pengembangan mobil listrik. Salah satunya dengan mengembangkan baterai listrik bersama BUMN lain, sehingga nantinya Indonesia tidak bergantung baterai pada negara lain.

SPKLU

"Pertamina turut serta mengembangkan ekosistem baterai listrik dengan mengambil bagian pada bisnis mid-streamnya, yakni mengembangkan baterai listrik bersama dengan BUMN lain melalui IBC (Indonesian Battery Corporation)," jelas Nicke.

Sementara itu, Hammam Riza Ketua BPPT mengatakan bahwa electric vehicle (EV) akan menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi masa depan. Hal ini terlihat dari semakin tingginya penggunaan EV di berbagai negara maju, untuk itu diperlukan peran pemerintah untuk bisa meningkatkan teknologi serta infrastruktur.

"Performa dari kendaraan listrik yang terus meningkat dengan memberikan pengalaman berkendaraan yang baru pada penggunanya, ditambah infrastruktur penunjang berupa charging station semakin berkembang dengan waktu pengisian yang semakin cepat dan efisien," tutur Hammam. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar