Pertamina Sisipkan Charger Kendaraan Listrik di SPBU, Harga Masih Gelap

Berita Otomotif

Pertamina Sisipkan Charger Kendaraan Listrik di SPBU, Harga Masih Gelap

JAKARTA – PT. Pertamina mulai menyediakan fasilitas pengecasan mobil listrik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dimulai dari Kuningan, Jakarta Selatan. Sayang besaran harga jualnya masih gelap alias belum dilansir karena alasan 'lupa'.

SPBU 31.129.02 di Kuningan tersebut merupakan pilot project Green Energy Station (GES) Pertamina. Seremoni peresmian fasilitas pengecasan mobil listrik dilakukan pada Senin (10/12/2018) dan turut dihadiri antara lain oleh Ignasius Jonan – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Nicke Widyawati – Direktur Utama Pertamina, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, dan pewakilan Mitsubishi, BMW, Gesits.

Nicke menjelaskan GES memiliki tiga konsep yaitu ‘Green’ (Hijau), ‘Future’ (Masa Depan), serta ‘Digital’. Konsep Green dijalankan dengan mengaplikasikan panel surya yang memenuhi 25 persen kebutuhan listrik.

Konsep ‘Future’ dicerminkan dengan menyediakan fasilitas pengisian daya mobil listrik. Nicke menjelaskan bahwa masa depan menuju era mobil listrik tak bisa dihindari.

“Oleh karena itu Pertamina bergegas menyediakan dan mengembangkan kebutuhan charging station bagi kendaraan listrik,” ujar dia dalam kata sambutan.

Sementara, konsep digital dilakukan melalui pembayaran non-tunai plus dashboard monitoring system untuk memantau langsung penjualan yang terjadi.

Sayang tak satu pun narasumber memberikan bocoran berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan konsumen saat melakukan pengisian ulang daya, harganya masih gelap. Agus Cahyono Adi, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM malah mengeluarkan pernyataan yang cukup menggelikan. 

"Tarif Tenaga Listrik (TTL) untuk mengisi daya mobil listrik sudah ada, tapi saya lupa." kata Agus.

Empat Alat Pengecasan
Nicke menerangkan GES terdiri dari empat alat pengecasan mobil listrik. Dua di antaranya adalah quick charging, sedangkan dua lainnya normal charging. Keempatnya dilakukan dengan bekerja sama dengan Mitsubishi, BMW, Bosch.

“Fast charging dapat mengisi hingga penuh dalam waktu kurang dari 20 menit, sedangkan normal charging 30 menit,” ujar dia.

GES nantinya juga menyediakan fasilitas swapping (penukaran) baterai untuk menjawab kebutuhan sepeda motor listrik Gesits. Pertamina menjadi salah satu pihak yang bekerja sama dengan Gesits.

Ignasius Jonan berharap Pertamina dapat dengan cepat menyebarkan fasilitas pengecasan di 6.500 SPBU mereka di seluruh Indonesia. Ia juga mengingatkan agar SPBU-SPBU menyiapkan tempat parkir khusus bagi mobil listrik karena pengisian daya memerlukan waktu yang tak instan.

“Mobil listrik bukan masa depan bangsa Indonesia saja tapi juga masa depan dunia untuk mengurangi emisi gas buang,” tutupnya.

Sofyan Yusuf, Direktur Utama PT. Pertamina Retail, menjelaskan pihaknya akan melihat animo terlebih dahulu sebelum menyebarkan lagi fasilitas pengecasan di SPBU-SPBU lain [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar