Pengamat: Truk Kelebihan Dimensi atau Muatan Ibarat Tukang Jagal di Jalan

Berita Otomotif

Pengamat: Truk Kelebihan Dimensi atau Muatan Ibarat Tukang Jagal di Jalan

JAKARTA - Truk kelebihan dimensi atau muatan (Over Dimension Over Load/ODOL) sangat berbahaya bagi para pengguna jalan, sehingga diibaratkan sebagai tukang jagal oleh pengamat.

Jusri Pulubuhu, Pengamat Otomotif sekaligus Praktisi Keselamatan Berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengingatkan bahwa semakin besar dan banyak muatan sebuah truk, semakin banyak blind spot (sudut tak terlihat) untuk pengemudinya. Blind spot semakin banyak lagi bagi truk-truk dengan dimensi maupun muatan yang berlebihan dan tidak sesuai regulasi.

Belum lagi persoalan kinerja truk yang bisa terganggu. Perpaduan semua itu membuat truk ODOL memiliki potensi bahaya yang mengancam nyawa orang-orang di sekitarnya.

“Ini sama saja tukang jagal kalau sedang berada di dekat-dekat kita, kalau kita paham,” ucapnya dalam Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Road to Zero ODOL Trucks on The Road pada Kamis (3/10/2019) di Jakarta.

Diskusi tersebut menampilkan narasumber dari berbagai institusi yang berkepentingan. Selain Jusri, turut hadir Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Kasubditwal & PJR Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol. Bambang Sentot Widodo, dan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Jap Ernando Demily.

Seperti diketahui, truk ODOL kembali menjadi sorotan setelah kendaraan abnormal ini menjadi penyebab kecelakaan maut di KM. 92 Tol Cipularang. Remnya diduga blong karena kelebihan muatan, dengan korban nyawa mencapai 8 orang.

Jusri kemudian memaparkan lebih lanjut bahwa truk ODOL akan membuat kerja ban maupun rem menjadi lebih berat. Keseimbangan kendaraan dapat pula terganggu.

Ia menggambarkan bahwa saat kendaraan melakukan pengereman atau deselerasi, titik berhenti bakal menjadi lebih jauh dari seharusnya. Kemudian, 80 persen bobot kendaraan plus berat muatan akan mendorong ke depan.

Sementara, saat berakselerasi, 50 persen bobot kendaraan dan muatan akan menimbulkan tarikan ke arah belakang. Saat melewati gundukan, 20 persen dari berat muatan akan menimbulkan gaya ke atas.

“Walau tak celaka saat itu, kemampuan rem akan susut atau yang kita sebut sebagai brake padding karena panas terjadi. Lama-lama kemungkinana rem bisa blong,” tandas Jusri. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar