Pandemi Belum Berakhir, Orang Kaya Indonesia pun Tunda Beli Mobil

Berita Otomotif

Pandemi Belum Berakhir, Orang Kaya Indonesia pun Tunda Beli Mobil

JAKARTA – Kelas menengah ke atas disebut-sebut sebagai harapan bagi pasar mobil Indonesia di masa pandemi virus Corona. Namun, memasuki kuartal kedua 2020, orang-orang kaya dinilai akan makin mengerem 'nafsu' membeli mobil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ekonom INDEF Tauhid Ahmad mengatakan bahwa sejak diumumkan masuk Indonesia pada 2 Maret 2020, pandemi Corona menurunkan daya beli serta konsumsi rumah tangga masyarakat. Di saat seperti ini, pasar mobil hanya bisa bertumpu pada kemauan membeli dari kalangan kelas menengah ke atas.

Pada masa awal pandemi, para orang kaya sebenarnya masih terlihat cukup berkeinginan membeli mobil, khususnya mobil mewah. BMW mengaku penjualan mereka di kuartal pertama (Januari – Maret) 2020 naik 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) untuk merek BMW plus MINI. Mereka mengklaim memimpin segmen mobil premium dengan raihan itu.

Pasar mobil nasional, di sisi lain, melesu. Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan 7,2 persen year on year, menjadi 236.825 unit.

Namun, akhir pandemi belum terlihat dengan jelas di Indonesia. BMW pun bersiap menjalani penurunan penjualan pada kuartal-kuartal selanjutnya.

“Menurut saya, secara kacamata sales (penjualan), pasti akan ada penurunan (di kuartal-kuartal selanjutnya). Ini terbukti karena kondisi ini ada di beberapa negara lain juga,” kata Bayu Riyanto, Vice President of Sales BMW Group Indonesia meladeni pertanyaan Mobil123.com dalam konferensi pers virtual peluncuran Seri 3 Touring beberapa waktu lalu.

Berkurangnya minat konsumen kaya membeli mobil mewah disebutkan pula oleh pesaing abadi BMW, Mercedes-Benz. Menurut mereka, kelas menengah ke atas pun terdampak oleh pandemi.

“Situasi saat ini ada dampaknya pada semua segmen konsumen. Termasuk segmen premium. Pembeli Mercedes-Benz seperti pengusaha, sebagai contohnya, juga terkenda dampaknya sehingga menunda pembelian. Namun, kami optimistis pembeli dan calon pelanggan tetap setia dengan Mercedes-Benz apabila kondisi membaik pada semester II 2020,” ucap Dennis A. Kadaruskan, Public Relations Department Head Mercedes-Benz Distribution Indonesia beberapa waktu lalu via surel kepada Mobil123.com.

Pasar mobil premium sendiri berkontribusi amat sedikit dari total pasar yaitu tak sampai 1 persen. Pada 2019 saja, Mercedes sebagai mobil mewah terlaris, membukukan penjualan 3.344 unit. Merek ini diketahui kerap meraih pangsa pasar di atas 40 persen setiap tahunnya untuk segmen mobil premium.

Baik BMW maupun Mercedes-Benz tidak memberikan proyeksi berapa besar pasar mobil premium pada tahun ini. Sementara, untuk pasar mobil secara keseluruhan, Gaikindo sudah merevisi target penjualan menjadi 600 ribu unit, terjun bebas sekitar 40 persen ketimbang 2019 yang menyentuh 1,030 juta unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar