Penjualan BMW di Awal Pandemi Corona Masih Naik

Berita Otomotif

Penjualan BMW di Awal Pandemi Corona Masih Naik

JAKARTA – Penjualan BMW diklaim masih naik pada Januari – Maret 2020 meski di bulan terakhir itu virus Corona mulai mewabah di Indonesia.

Seperti diketahui, virus Corona atau Covid-19 baru diketahui masuk Indonesia ketika pemerintah mengumumkannya pada 2 Maret 2020. Pada bulan itu juga, ekonomi langsung terpengaruh negatif dan pasar mobil nasional menurun 22 persen jika dibandingkan Februari.

Namun menurut Jodie O’Tania, Director of Communication BMW Group Indonesia, berbicara kuartal satu (Januari – Maret) 2020 penjualan mereka tersebut masih memuaskan. Raihan positif masih mereka dapat.

“Kalau bicara penjualan kami, sampai dengan kuartal satu kami masih mengalami peningkatan. Bahkan, di kuartal satu ini BMW menjadi pemimpin di segmen kendaraan premium,” ucap dia dalam video konferensi peluncuran BMW Seri 3 Touring akhir pekan lalu.

Jodie mengatakan bahwa transaksi jual-beli untuk kendaraan bermerek BMW saja bertumbuh 16 persen pada Januari – Maret 2020, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Persentase pertumbuhan malah lebih tinggi jika memasukkan penjualan merek MINI.

“Ditambah MINI, peningkatannya 36 persen,” tukas dia tanpa menyebutkan volume rinci.

Namun, Jodie mengakui bahwa di kuartal – kuartal selanjutnya mungkin performa BMW tidak bisa sebagus itu. Mereka juga tidak bisa berjualan seagresif kuartal satu melihat perkembangan kondisi yang ada.

“Ini musibah bencana dan tak seharusnya kami menjual dengan agresif,” pungkas dia.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif virus Corona di Tanah Air masih terus bertambah hingga saat ini. Berdasarkan data 2 Maret – 21 April kemarin, sudah ada 7.135 kasus terkonfirmasi positif virus Covid-19 (842 sembuh, 616 meninggal).

Di samping itu, daerah yang melaksanakan semacam karantina wilayah yang di Indonesia bernama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) makin banyak. Saat PSBB, sebagian besar sektor bisnis tidak boleh melakukan aktivitas pekerjaan di kantor dan bahkan harus tutup. Termasuk dealer-dealer mobil.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sendiri telah merevisi target penjualan mobil nasional 2020 dari 1 juta-an unit—relatif sama dengan tahun lalu—menjadi 600 ribu unit. Ada penurunan sekitar 40 persen jika dibandingkan 2019.

Ekonom INDEF Tauhid Ahmad mengatakan pada kondisi ini daya beli menurun dan kelas menengah tak bisa diharapkan oleh pasar mobil. Satu-satunya harapan adalah kelas menengah ke atas. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

Video
All-new Toyota Yaris 2020 semakin canggih. Salah satu teknologi atau fitur generasi keempat Yaris ini adalah bisa parkir sendiri. Harga Yaris 2020 ...

Komentar