Mobil Penggerak Roda Depan vs Penggerak Roda Belakang, Mana Lebih Baik?

Panduan Pembeli

Mobil Penggerak Roda Depan vs Penggerak Roda Belakang, Mana Lebih Baik?

JAKARTA – Pro kontra mengenai mobil penggerak roda depan versus penggerak roda belakang sudah berlangsung lama. Masing-masing memiliki penggemarnya sendiri.

Mobil berpenggerak roda depan, menurut keterangan resmi Auto2000 yang diterima Mobil123.com beberapa waktu lalu, mengandalkan dua roda di sisi depan sebagai penggerak sekaligus pengarah laju kendaraan.

Dua roda depan pun mendapatkan aliran tenaga dari mesin. Contoh mobilnya ialah Toyota Raize, Toyota Yaris, dan Toyota Calya.

Toyota Raize punya penggerak roda depan

Sementara itu, pada mobil berpenggerak roda belakang, tenaga yang digelontorkan mesin diteruskan menuju dua roda belakang melalui poros penerus atau drive shaft (as kopel) yang diletakkan antara transmisi dan as roda belakang.

Roda-roda di depan hanya bertugas sebagai pengarah kendaraan sesuai ‘masukan’ dari lingkar kemudi.

Adapun contoh mobilnya saat berita ini dibuat ialah Toyota Rush, Toyota Avanza, dan Toyota Kijang Innova.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Penggerak Roda Depan

Toyota Yaris penggerak roda depan

Kelebihan

Sistem penggerak roda depan disebutkan punya kelebihan dalam hal efisiensi. Ini karena posisi mesin, gorboks, maupun as roda searah dan seluruhnya terletak pada bagian depan.

Respons mesin tersalurkan lebih optimal dan membuat konsumsi bahan bakar minyak lebih sedikit, karena tenaga tidak banyak tereduksi berkat komponen penggeraknya yang lebih sedikit.

Selain itu, berat total mesin sampai dengan as roda juga relatif lebih ringan berkat konstruksinya yang lebih kompak.

Pada sistem penggerak roda depan, posisi mesin biasanya melintang (transverse). Ini menyebabkan desain ruang mesin dapat dibuat lebih kompak, sehingga kabin pun bisa didesain lebih lega jika dibandingkan mobil berpenggerak roda belakang berdimensi sama.

Lalu, lantai mobil berpenggerak roda depan pun dapat dibuat rata, lebih senyap, dan minim getaran. Pasalnya, drive shaft tidak diperlukan.

Kekurangan

Sisi minus dari mobil penggerak roda depan ialah beban kerja kaki-kaki bagian depan yang lebih berat, mulai dari roda, kemudi, sampai ke suspensi. Penyebabnya tak lain tak bukan karena tugas ganda yang diembannya.

Bayangkan, dua roda depan bertugas sebagai penggerak, pengarah, dan penahan bobot saat pengereman. Sebagai efeknya, usia pakai beberapa komponen di sektor itu lebih pendek, misalnya saja as roda.

Mobil berpenggerak roda depan pun punya kecenderungan lebih mudah mengalami understeer—susah dibelokkan karena bobot mobil bertumpu di depan. Kemudian, pada saat menanjak ban depan sulit mendapatkan cengkeraman alias traksi optimal, karena bobot kendaraan berpindah ke as roda belakang.

Kelebihan dan Kekurangan Penggerak Roda Belakang

Toyota Kijang Innova penggerak roda belakang

Kelebihan

Pembagian bobot di mobil berpenggerak roda belakang lebih bagus. Alasannya, posisi mesin di depan diimbangi dengan girboks dan as kopel di tengah, lalu gardan di belakang.

Pengendalian alias handling pun menjadi lebih baik, meski ada kecenderungan lebih mudah mengalami oversteer—terlalu membelok pada bagian buritan.

Dengan pembagian tugas maupun bobot lebih merata, usia pakai komponen relatif lebih panjang. Keandalannya di tanjakan lebih baik pula, karena roda-roda yang menjadi penggerak tidak kehilangan traksi akibat perpindahan bobot ke belakang.

Kekurangan

Bicara kekurangan, efisiensi penyaluran tenaga di mobil berpenggerak roda belakang berkurang gara-gara ‘jalur’ distribusi lebih panjang dan ada komponen ekstra seperti as kopel.

Ruang yang dibutuhkan oleh mesin pun lebih banyak. Soalnya, posisi mesin di mobil berpenggerak roda belakang membujur (longitudinal).

Ini berdampak pada keleluasaan desainer dari pabrikan untuk mengkreasikan kabin yang lapang.

Terakhir, lantai mobil tidak rata serta terlihat adanya ‘terowongan’ untuk memfasilitasi transmisi maupun as kopel.

Untuk membuat kabin tidak bising dan banyak getaran, pabrikan akhirnya perlu usaha dan biaya ekstra. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar