Mitsubishi Bisa Habiskan Miliaran Rupiah untuk Bikin Xpander Versi Reli

Berita Otomotif

Mitsubishi Bisa Habiskan Miliaran Rupiah untuk Bikin Xpander Versi Reli

TANGERANG - Mitsubishi kemungkinan besar menghabiskan miliaran rupiah untuk membuat Xpander versi reli yang akan berlaga di NZRC Goldrush Rally of Coromandel, Agustus mendatang.

Mobil bernama Xpander AP4 itu diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Xpander Rally Team (XRT) di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung pada 18 - 28 Juli di Serpong, Tangerang. Selain mengikuti ajang reli internasional di Selandia Baru, Xpander AP4 juga bakal berlaga di Kejuaraan Nasional Sprint Rally Putaran 2 hingga Putaran 6 pada September sampai Desember mendatang.

Nama AP4 diambil dari kelas yang diikuti. Menurut Rifat Sungkar sebagai inisiator XRT plus pembalap tim, kelas ini antara lain mengharuskan 80 persen struktur bodi masih sama dengan sistem penggerak empat roda.

“Inilah kenapa formula AP4 yang ingin saya aplikasikan. Saya tidak mau ada mispersepsi bahwa Xpander yang saya pakai adalah Evo X ganti bodi atau ini casing-nya saja Xpander. Tidak. Sebanyak 80 persen struktur bodi harus ada di situ. Lantai mobil juga harus standar. Tiang pintu tak boleh diapa-apakan, mulai dari pilar A sampai pilar C. Untuk menguruskan atau membuatnya jadi lebih enteng, sih, boleh,” papar Rifat.

Celah untuk meringankan bodi pun tidak Rifat ambil. Pasalnya, rangka Xpander sudah cukup ringan.

“Untungnya ketika mobil kami telanjangi semua, body shell (rangka) sudah cukup enteng. Titik konstruksi reinforce-nya juga sudah tepat jadi saya tidak perlu tambahkan besi-besi lagi,” lanjut dia.

Body kit tambahan terlihat pada Xpander AP4. Di antaranya adalah spoiler (sayap) belakang besar serta diffuser lip pada sisi depan.

Girboks, Suspensi, Mesin
Sebanyak 20 persen ubahan, menurut Rifat, terdapat pada konstruksi girboks, kaki-kaki, suspensi. Meski diubah, semua harus menggunakan suku cadang dari penyuplai yang sudah ditentukan oleh penyelenggara balap reli di Selandia Baru.

“Pembedanya mungkin soal cross member karena ini MPV yang berarti sasisnya lebih besar. Mungkin itu masalah bracket 2 - 3 cm jadi pada dasarnya tidak ada bedanya,” aku dia.

Mesin bisa diganti asal masih menggunakan merek yang sama dengan mobilnya. XRT pun menggunakan mesin Mitsubishi 4B11 yang sudah pernah digunakan oleh mobil balap Lancer maupun Evo, tapi dengan penurunan kapasitas mesin hingga menjadi 1.600 cc bertenaga 350hp plus torsi 410 ft/lbs.
Mobil ini sudah dikembangkan sekitar setahun. Sayang, biaya pengembangan tidak diberitahukan.

Rifat hanya memberi gambaran bahwa girboks plus kaki-kaki bermerek Xtrac saja berharga sekitar 55 ribu dollar AS (Rp 766,45 juta).

Dengan demikian, harga total modifikasi hampir bisa mencapai miliaran rupiah. Apalagi nantinya disiapkan Xpander AP4 versi aspal dan gravel untuk balapan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar