Merek Mobil China Digugat karena Contek Desain Range Rover Evoque

Berita Otomotif

Merek Mobil China Digugat karena Contek Desain Range Rover Evoque

BEIJING -  Jaguar Land Rover (JLR) menggugat produsen mobil China Jiangling Motor karena kesal desain Range Rover Evoque dicontek.

Masalah tersebut kini tengah diurus di pengadilan distrik Chaoyang. Jiangling dituduh melanggar hak cipta dan persaingan yang tidak sehat berkaitan dengan munculnya Landwind X7 milik Jiangling. Desain mobil itu dituduh menyalin desain Evoque.

Landwind X7 sendiri diluncurkan pada bulan November 2014. Kelahiran mobil ini langsung mendapat kritik internasional karena secara mencolok mencontek desain Range Rover Evoque.

Artikel bersambung dibawah

Kedua SUV memiliki bentuk yang sama, dengan garis desain samping, atap dan jendela yang mirip. Begitu pula desain lampu belakang kendaraan. Perbedaan keduanya yang paling kentara hanya pada desain grille.

Namun, hal itu bisa dengan mudah dilupakan karena di China di beberapa situs jual-beli tersedia kit yang memungkinkan grille, logo dan emblem Range Rover terpasang di X7.

Kit tadi di Alibaba dijual dengan harga hanya 128 yuan atau sekitar Rp 262 ribu.

Padahal harga Landwind X7 sudah murah yakni hanya sepertiga dari harga sebuah Evoque, walau di beberapa sisi seperti teknologi dan performa X7 kalah jauh dari Evoque.

Secara terpisah, seorang sumber Reuters mengatakan kalau saat ini kedua produsen mobil sudah duduk bersama untuk membahas apa saja yang bisa dan tidak bisa dilakukan Landwind di setiap update desain X7.

Langkah Langka
Langkah hukum yang dilakukan JLR ini terbilang langka. Meski mencontek desain mobil sering terjadi dan kadang terang-terangan, pabrikan mobil global umumnya tidak mengambil tindakan hukum di China karena mereka merasa peluang untuk menang melawan perusahaan lokal rendah. 

Selain itu, gugatan dapat berdampak buruk bagi sebuah merek asing jika masyarakat China berpikir perusahaan asing mengganggu pesaing domestik. Maklum, saat ini China adalah pasar otomotif terbesar di dunia.

Jika JLR memenangkan kasus, maka hal itu bisa mendorong pabrikan mobil lain untuk mengambil tindakan hukum yang sama.

Tapi bila melihat kasus-kasus sebelumnya, sebuah gugatan bisa menjadi proses yang panjang dan melelahkan.

Honda, misalnya, butuh waktu 12 tahun untuk memenangkan sebuah kasus di China terhadap produsen mobil China yang menyalin Honda CR-V. Setelah belasan tahun bergulat dengan hukum, produsen mobil Jepang itu hanya mendapakan 16 juta yuan sebagai kompensasi pencontekan tersebut. Padahal Honda menggugat 300 juta yuan. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual