Mercedes-Benz Belum Tinggalkan Teknologi Mobil Hidrogen

Berita Otomotif

Mercedes-Benz Belum Tinggalkan Teknologi Mobil Hidrogen

PARIS – Mercedes-Benz masih percaya bahwa teknologi fuel cell vehicle (mobil hidrogen) kelak punya tempat di pasar otomotif global karena itu riset dan pengembangannya tetap dilanjutnya.

Mercedes-Benz sudah mengembangkan mobil hidrogen selama lebih dari dua dekade. Meski kini mereka beralih fokus ke teknologi mobil listrik, mobil hidrogen belum mereka tinggalkan.

Ola Kaellenius, Head of Group Research & Mercedes-Benz Cars Development, mengatakan pihaknya masih ingin meluncurkan mobil hidrogen terbaru di masa depan setelah meluncurkan GLC F-Cell dalam volume terbatas. Hanya saja, pabrikan asal Jerman ini mengaku menunggu momentum tepat.

Kaellenius sendiri sudah dipastikan sebagai calon Chief Executive Officer Daimler dan Head of Mercedes-Benz Car terbaru mulai 22 Mei 2019, menggantikan Dieter Zetche. Ia menjadi orang non-jerman pertama yang menduduki posisi tersebut.

“Kami ada salah satu veteran di bisnis mobil hidrogen lebih dari 25 tahun dan telah melihatnya berevolusi, berkembang, menemukan tempatnya. Kami mendemonstrasikan (peluang mobil hidrogen) dengan dengan GLC F-Cell,” jelasnya di sela-sela Paris Motor Show 2018 pada awal Oktober, seperti dikutip dari Autocar.

Sembari mengamati evolusi mobil hidrogen, Mercedes sekarang fokus pada mobil listrik. Kaellenius menjelaskan pada 2025 mobil listrik diproyeksikan menyumbang 15-25 persen dari penjualan global mereka.

“Dalam perjalanan menuju 2025, mana yang mencapai skala terlebih dahulu? Mobil listrik, mobil hidrogen, atau keduanya? Kita bicara ratusan ribu unit, industri besar. Kami percaya mobil listrik akan mencapainya terlebih dulu dengan model-model EQ milik kami. Tidak masuk akal keduanya mencapai skala secara bersamaan,” tandas Kaellenius.

Jika dibandingkan, mobil hidrogen masih mempunyai banderol lebih mahal ketimbang mobil listrik. Karena itu, penting untuk membuat mobil hidrogen berukuran cukup kompak namun memiliki performa mumpuni. Mercedes membeberkan bahwa arah pengembangan mobil hidrogen mereka untuk sementara adalah kendaraan niaga.

“Mobil hidrogen selanjutnya adalah kendaraan komersial, alih-alih mobil penumpang. Tapi itu strategi yang fleksibel. Kami akan lebih dulu meluncurkan mobil listrik sambil mengembangkan mobil hidrogen dan tetap berada di ‘permainan’ untuk melihat pasar bergerak ke arah mana,” pungkas Kaellenius.

Mercedes bukan satu-satunya pabrikan otomotif yang mengembangkan mobil hidrogen bersamaan dengan mobil listrik. Masih ada nama-nama seperti Audi, BMW, Hyundai, Kia maupun Honda. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support