Menko Airlangga Minta Industri Otomotif juga Kembangkan Kendaraan Hidrogen

Berita Otomotif

Menko Airlangga Minta Industri Otomotif juga Kembangkan Kendaraan Hidrogen

TANGERANG – Pemerintah Indonesia meminta industri otomotif tak berhenti di mobil listrik, tapi terus melakukan riset dan pengembangan hingga ke teknologi fuel cell yang bertenaga hidrogen.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, menjelaskan pihaknya mendorong Indonesia menjadi bagian rantai suplai industri kendaraan berteknologi ramah lingkungan di lingkup global.

Ini dimulai dari pengembangan industri mobil listrik serta sepeda motor listrik di Tanah Air, mulai dari bahan bakunya, komponen-komponennya, sampai ke perakitan kendaraannya.

Sekadar menambahkan, visi ini dimulai dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sebagai payung hukum segala insentif fiskal dan non-fiskal bagi harga kendaraan listrik, perakitan komponennya, hingga perakitan mobil atau motor rendah emisi gas buang.

Salah satu bentuk stimulus tersebut ialah insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) hingga 0 persen bagi kendaraan berteknologi elektrifikasi yang mulai berlaku 16 Oktober 2021, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021.

PPnBM 0 persen diberikan pula bagi kendaraan-kendaraan hidrogen.

mobil fuel cell Toyota Mirai yang bertenaga hidrogen

Berkat kebijakan ini, banyak produsen komponen kendaraan listrik maupun pabrikan mobil yang sudah mengikat komitmen investasi. Beberapa di antaranya adalah CATL, LG, Hyundai, Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Wuling.

“Kita ketahui, kita sudah punya nikel, kobalt, mangan. Kemudian, kita akan mendorong industri precursor, industri katoda, industri sel baterai, sampai industri otomotif,” ucap Airlangga, Kamis (11/11/2021) di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang.

Menteri yang berasal dari Partai Golkar itu pun meminta pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Nusantara terus dilanjutkan sampai mobil hidrogen. Untuk memicu hal ini, pemerintah menurutnya menyiapkan super deduction tax 300 persen untuk inovasi maupun riset dan pengembangan di industri otomotif.

truk fuel cell hyundai yang bertenaga hidrogen

“Kita lihat perkembangan berikutnya adalah fuel cell yang berbasis hidrogen dan Indonesia punya basis kemampuan hidrogen. Misalnya di Kalimantan Utara yang punya kemampuan membangun industri berbasis hidrogen, (punya) powerplant dengan kemampuan sampai 12 Giga Watt, dan tentu ini menjadi potensi untuk mengembangkan industri berbasis hidrogen,” papar Airlangga.

“Industri otomotif alat berat tentunya ke depannya menggunakan (energy) hidrogen,” tutup dia. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar