Menerjang Ganasnya 'Afrika' dengan Nissan X-Trail 2015

Review

Menerjang Ganasnya 'Afrika' dengan Nissan X-Trail 2015

SITUBONDO - SUV (Sport Utility Vehicle) dipilih karena sanggup membawa pemiliknya ke mana pun dia mau (Go anywhere). Dengan ground clearance lebih tinggi serta dan sistem 4x4, SUV sanggup menjinakkan medan berat seperti hutan, padang pasir, kerikil, di mana tanpa aspal mulus.

Gagah. Ya, SUV dapat membuat pengemudinya menjadi lebih laki-laki (macho) dibandingkan ketika mengemudikan sedan.

Di Indonesia, populasi SUV sangat besar, bersaing dengan MPV (Multi-Purpose Vehicle). Hampir semua merek memiliki mobil jenis SUV, dari kecil hingga besar.

Salah satu yang SUV terpopular adalah Nissan X-Trail. Dan, generasi ketiga X-Trail diluncurkan September 2014 untuk pasar Indonesia.

Menurut Carlos Ghosn, President & CEO Nissan, penjualan Nissan X-Trail di dunia melebihi 2,3 juta unit sejak generasi pertama diperkenalkan pada tahun 2000 di dunia. Saat ini Nissan X-Trail diniagakan di lebih dari 190 negara.

Generasi terakhir ini berdiri di atas platform yang dibangun oleh Renault-Nissan Alliance bernama Common Module Family (CMF). Dalam 5 tahun ke depan Nissan akan memproduksi mobil-mobil berbasis CMF dari mobil termurah untuk pasar India hingga secanggih sedan dan crossover untuk Eropa, USA dan China.

Penggunaan CMF membuat tingkat fleksibilitas desain dan rekayasa menjadi lebih tinggi, di mana membuat Nissan lebih banyak menciptakan beragam mobil yang menguntungkan konsumen dan secara bersamaan membawa efisiensi produksi.

Nissan menyatakan generasi ketiga Nissan X-Trail setangguh dan seunggul generasi kedua. Dalam rangka memberikan pengalaman dengan all-new Nissan X-Trail 2015 kepada para jurnalis, beberapa waktu lalu kami diajak oleh Nissan Motor Indonesia berkelana.

Kami melewati aspal mulus Banyuwangi dan Bali. Dan yang terpenting, kami diajak menyantap sekitar 25 kilometer jalan rusak (masuk-keluar) di dalam Taman Nasional Baluran.

Menurut Kementerian Kehutanan taman yang berada di Kabupaten Situbondo ini merupakan perwakilan ekosistem hutan spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40% tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran -- makanya sering disebut sebagai Afrika van Java.

DESAIN
Desain eksterior all-new Nissan X-Trail 2015 menanggalkan kesan kaku dan aneh kotak seperti dua generasi sebelumnya. Sebagai gantinya kini lebih crossover dengan garis-garis mengurva dari depan hingga belakang sehingga terlihat lebih modern dan tak meninggalkan ‘jiwa’ petualangan.

Kesan sebagai mobil petualangan ditonjolkan dengan fender berotot dan hadirnya roofrail. Bentuk baru lampu-utama LED dengan LED daytime running lights, dan grille berbentuk V yang mengapit logo Nissan mempertegas sosok X-Trail.

Penggunaan LED berguna untuk mereduksi konsumsi energi. Sementara bagian belakang, kita menjumpai spoiler dan lampu kombinasi berbentuk bumerang.

Nissan X-Trail 2015 lebih panjang 17mm dibandingkan generasi kedua. Wheelbase-nya pun 76mm lebih melar membantu menyodorkan kabin lebih besar. Lebar mobil baru 30mm lebih besar, namun lebih rendah 5mm. Ground clearance dipertahankan 210mm.

KABIN dengan KEPRAKTISANNYA
Dengan bertambahnya dimensi eksterior, Nissan menambah 1 baris jok menjadi 3-baris (sebelumnya hanya 2-row) sehingga memuat 7 penumpang. Volume bagasinya lebih dari 2010 liter dengan jok baris ketiga terlipat.

Kedua jok baris terakhir sendiri, kami rasakan lebih tepat untuk anak-anak atau orang-orang berpostur tidak terlalu tinggi karena legroom sangat terbatas.

Berbeda dengan jok baris kedua, yang bisa digeser ke depan-belakang, legroom lebih luwes. Ketika jok baris terakhir tidak digunakan Anda bisa menarik mundur jok baris kedua untuk mendapatkan legroom lebih lega, dan rebahkanlah sandarannya.

Dashboard-nya terpahat lebih modern dengan warna hitam dan sebuah layar di bagian tengah. Layar menampilkan grafis lingkungan di luar mobil 3600 ketika Anda akan memundurkan (tipe 2.5-liter dan 2.0-liter CVT) dan berfungsi sebagai sistem audio. Sayangnya, navigasi satelit absen padahal berguna sebagai penunjuk arah.

Meter cluster di depan kemudi pun menyajikan berbagai informasi termasuk konsumsi BBM (bensin), jarak yang bisa ditempuh dengan persediaan BBM, speedometer, tachometer. Tombol cruise control (tipe 2.5-liter) dan audio control tersedia di setir.  

Jika Anda akan melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan minuman dingin, maka Nissan X-Trail 2015 menyiapkan tempat pendinginan untuk minuman botol atau kaleng di bagian ujung center console dekat armrest – Nissan memanfaatkan hembusan AC yang mengalir ke belakang. Dan, kami beruntung karena sepanjang perjalanan, terutama ke Baluran, cuaca sangat panas dan kami berhasil mendinginkan beberapa botol meski tidak terlalu dingin tapi cukup memuaskan dahaga.

Power tailgate sangat membantu pemilik yang kerepotan sedang membawa barang-barang untuk dimasukkan  ke dalam bagasi dengan membuka pintu belakang (bagasi) secara otomatis. Power tailgate pun dapat mengatur ketinggian bukaan pintu buritan.

RIDE & HANDLING
Seperti yang kami ceritakan di atas bahwa perjalanan kali ini membelah rute rusak dan berkerikil di dalam Taman Nasional Baluran sepanjang belasan kilometer, selain seratusan kilometer di aspal mulus dari Banyuwangi - Bali.

Supensi depan (independent MacPherson strut dan stabilizer bar) dan belakang (independent multi-link dengan stabilizer bar) meredam permukaan jalan jelek dengan baik, beberapa kali kami menghantam batu-batu cukup besar namun tubuh ini tidak berguncang hebat. Untuk sebuah SUV, peredaman Nissan X-Trail 2015 terbilang cukup lembut.

Di permukaan mulus dengan jalan lurus, menikung dan menanjak, kami merasakan suspensinya lembut – padahal kami mengharapkan lebih kaku agar lebih tangkas melibas tikungan.

Kemudinya sendiri terasa ringan ketika mobil melaju pada kecepatan rendah dan memberat saat mobil meluncur semakin kencang – kami berharap lebih padat lagi.

PERFORMA
All-new Nissan X-trail 2015 ditawarkan dalam 2 pilihan mesin bensin 4-silinder DOHC Dual Continuous Valve Timing Control System (Dual CVTCS): 2.0-liter dan 2.5-liter. Jantung mekanis 2.0-liter dikencani transmisi manual 6-speed dan CVT, sementara 2.5-liter dengan CVT.  Transmisi CVT diklaim merupakan hasil revisi dari model sebelumnya.

Kami mengendarai Nissan X-Trail bermesin bensin 2.5-liter. Dengan torsi 233 Nm dan tenaga 177 hp, Nissan X-Trail tidak loyo dan menunjukkan ototnya ketika mendaki di daerah pegunungan antara Buleleng ke Tabanan.  Mesin tidak berteriak sangat keras ketika melewati tanjakan-tanjakan rute kami.

Di jalan lurus dan datar, jantung mekanis SUV ini mendorong dengan sangat baik. Suara mesin terdengar tidak berisik.

Ah, ya, sepanjang perjalanan rasa lelah seolah terlupakan karena jok Nissan X-Trail dirancang bebas-lelah (fatigue-free). Katanya, pengembangan jok tersebut terinspirasi dari NASA.

SAFETY SHIELD
Seperti mobil-mobil Nissan modern, all-new Nissan X-Trail ditaburi fitur-fitur keselamatan di bawah payung keselamatan bernama Safety Shield yang terdiri dari beberapa fitur: Active Engine Brake, Hill Start Assist (menahan mobil beberapa detik agar tidak bergerak di lereng sebelum pengemudi menginjak pedal gas),  ATC atau Active Trace Control (memelihara mobil tetap di lintasan menikung sesuai yang diinginkan pengendara dengan mengaplikasi rem ke setiap roda secara otomatis), VDC (Vehicle Dynamic Control), ABS/EBD/BA, Active Ride Control (membuat penumpang tidak berguncang atau terlempar ketika mobil melaju di jalan rusak), dua airbag depan.

Sistem Active Engine Brake menjadi andalan ketika mobil melalui turunan dan tikungan seperti rute kami dari Buleleng ke Tabanan. Sistem akan mengukur kecepatan mobil bersama dengan pengereman dan setir yang diberikan oleh pengemudi. Dengan pengukuran tersebut sistem kemudian secara otomatis menyesuaikan tingkat engine braking (pengereman via mesin), mengurangi waktu dan usaha yang harus dilakukan oleh pengemudi untuk menurunkan kecepatan.   

Sebenarnya masih banyak fitur lain di dalam Safety Shield yang tidak diaplikasi oleh Nissan X-Trail 2015 Indonesia seperti Forward Emergency Braking, Lane Departure Warning, Driver Alert Attention.  

MENARIKAH?
Di segmen medium SUV monocoque, pesaing terberat Nissan X-Trail adalah Honda CR-V. Namun, dengan desain yang serba baru, di mana lebih macho dan modern, generasi terakhir X-Trail ini tentu lebih menarik.

Ditambah lagi fitur-fitur keselamatan yang lumayan banyak dan sanggup menampung 7 orang (sementara CR-V hanya 5 orang). 

Dalam urusan lumbung performa, memang tenaga X-Trail 2.5-liter (177 hp) dan 2.0-liter (144 hp) harus mengakui kehebatan Honda CR-V (190 hp dan 155 hp). Torsi mereka sendiri hanya berbeda sedikit.

Dari sisi harga all-new Nissan X-Trail pun menggiurkan, dari 383 juta rupiah hingga 431,5 juta rupiah. Sementara Honda CR-V dimulai dari 387 juta rupiah sampai 450,5 juta rupiah. Inilah salah satu penggoda iman terbesar.... [Idr]

Bergabunglah di Facebook dan Twitter Mobil123.com



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support