Melihat Mimpi Tinggi Honda di Formula 1 Tahun Depan

Berita Internasional

Melihat Mimpi Tinggi Honda di Formula 1 Tahun Depan

SINGAPURA – Pasca bercerai dengan McLaren, Honda memiliki ambisi untuk masuk ke tiga besar di klasmen konstruktor bersama Toro Rosso pada musim Formula 1 tahun depan.

Hal ini merupakan ambisi luar biasa mengingat hasil yang kurang memuaskan selama Honda menjadi supplier mesin McLaren dalam tiga tahun terakhir.  McLaren dan Honda sendiri mengumumkan secara resmi berakhirnya kerjasama diantara mereka. Renault pun akan menjadi supplier mesin McLaren serta memutus kerjasama mereka dengan Torro Rosso yang terpaksa mengambil mesin dari Honda.

Berakhirnya kerjasama ini mengakhiri McLaren dan Honda untuk menciptakan kembali hasil baik di akhir 1980an dan awal 90an saat Ayrton Senna dan Alain Prost berhasil mendominasi balapan. Meski demikian, kini Honda pun telah bebas dari hubungan yang menjadi semakin tegang karena tidak dapat menunjukkan perfoma mesin sesuai harapan.

“Benar kami telah melalui situasi sulit dan tidak ada orang yang puas khususnya para pimpinan. Kami pun bertujuan untuk bisa mengatasi tantangan ini dan kembali bertanding di garis depan dalam olahraga ini. Semangat kami, semangat Honda adalah untuk hadir kembali tahun depan dan masuk ke tiga besar,” ungkap Katsuhide Moriyama, Honda's chief officer brand and communication.

Kombinasi McLaren-Honda hanya berhasil mencetak angka 114 poin sejak kerjasama mereka dimulai kembali tahun 2015 lalu. Hubungan yang lebih harmonis dengan Toro Rosso dan keinginan untuk menunjukkan perfoma mereka untu McLaren pun diharapkan bisa menjadi dorongan tersendiri.

Namun, dengan tim sekelas Toro Rosso yang kesulitan dengan mesin turbo-hybrid dan kenyataan bahwa Toro Rosso tidak pernah finish dengan hasil lebih baik dari posisi enam di klasemen kontruktor rasanya membuat Honda harus sedikit bersabar untuk masuk ke tiga besar.

“Toro Rosso bukanlah Ferrari, Mercedes, kami memiliki infrastruktur yang berbeda. Tapi saya yakin kami ada di jalur yang tepat untuk bisa bersaing di klasmen tengah atau menengah atas. Lebih dari itu, kita akan lihat nanti,” ungkap Franz Tost, pimpinan Toro Rosso. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual