Lezatnya Pasar Mobil Indonesia Bikin Produsen Robot Ini Tertarik Masuk

Berita Otomotif

Lezatnya Pasar Mobil Indonesia Bikin Produsen Robot Ini Tertarik Masuk

JAKARTA - Lezatnya pasar mobil Indonesia membuat sebuah produsen robot asal Denmark tertarik masuk. Perusahaan itu bukan ingin menjual kendaraan dan menyaingi Toyota dan kawan-kawan, tapi ingin menjadi penyedia teknologi robotik bagi pabrikan otomotif.

Sebagai informasi, pasar mobil nasional pada 2018 sudah mencapai 1,15 juta unit dengan rasio kepemilikan mobil masih di bawah 90 unit per 1.000 penduduk. Pemerintah sekarang ingin mendorong perkembangan mobil listrik, ekspor, serta penggunaan teknologi Industry 4.0, yaitu penggunaan robot dan Internet of Things (IoT), di perakitan.

Dua latar belakang ini membuat Universal Robots, produsen colaborative robots (Cobots), ingin mempenetrasi sektor otomotif Tanah Air. Apalagi, utilisasi teknologi robot di Indonesia secara umum masih luar biasa sedikit.

“Pengaplikasian robot di Indonesia per 10 ribu karyawan hanya 5 unit. Hanya unggul sedikit dari Filipina yang 4 unit dan India yang 3 unit. Indonesia juga kalah dari Malaysia dan Thailand yang sudah sekitar 40 - 50 unit robot per 10 ribu karyawan,” ucap Sakari Kuikka, GM South East Asia and Oceania Universal Robots, dalam Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) yang membahas mengenai Industry 4.0 pada Kamis (15/8/2019) kemarin di Jakarta.

Rata-rata penggunaan robot secara global adalah 85 unit per 10 ribu karyawan. Negara tetangga Indonesia, Singapura, menjadi negara dengan penggunaan robot terbanyak kedua di dunia dengan 658 unit per 10 ribu karyawan.

Kuikka mengatakan bahwa cobots berbeda dengan robot industri (industrial robots). Di antara perbedaan yang ada adalah ukurannya relatif kecil plus aman dipakai berdamping-dampingan dengan manusia.

Daya angkatnya pun tak terlalu besar. Ia mencontohkan bahwa daya angkat maksimal produk cobot Universal Robots adalah 10 kg.

“Karena itulah kami ini lebih menyasar produsen komponen otomotif di tier dua maupun tiga,” tukas dia.

Saat ini, Universal Robots baru mempunyai klien non-otomotif. Kuikka mencontohkan PT. JVC Indonesia di sektor perangkat elektronik.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), mengatakan total kapasitas produksi terpasang di Nusantara sudah lebih dari 2 juta unit setahun. Sudah ada beberapa pabrikan mobil yang menggunakan teknologi robot, khususnya merek-merek baru.

Agus Tjahajana Wirakusumah, Pengamat Otomotif, mengingatkan penggunaan robot yang semakin banyak membuat kebutuhan kompetensi sumber daya manusia Indonesia untuk sektor manufaktur otomotif berubah. Harus ada transisi untuk peningkatan kemampuan dan keahlian dari mereka. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support