Layanan SIM Keliling Jakarta Timur Mulai Lebih Pagi dari Normal

Berita Otomotif

Layanan SIM Keliling Jakarta Timur Mulai Lebih Pagi dari Normal

JAKARTA – Layanan SIM Keliling Jakarta Timur memulai pelayanan pukul 6.30 WIB, jauh lebih awal bila dibandingkan dengan waktu seharusnya.

Sejak pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi, sejumlah masyarakat langsung berbondong-bondong memperpanjang SIM mereka. Kepadatan pun langsung terjadi di sejumlah Satpas SIM karena layanan SIM Keliling belum dibuka.

Kepadatan yang terjadi pun akhirnya membuat Kepolisian mulai membuka kembali Gerai SIM di pusat perbelanjaan dan menggelar layanan SIM Kelililing. Keputusan tersebut pun berhasil mengurangi kepadatan.

Meski demikian, bukan berarti lantas antrian menjadi hilang sama sekali. Di Layanan SIM Keliling Jakarta Timur yang mengambil lokasi di Green Terrace, antrian dimulai dari pukul 5 pagi. Untungnya antrian tersebut terbilang tertib dan memperhatikan protokol kesehatan karena tetap menjaga jarak antar pemohon.

Menariknya lagi, petugas sudah mulai datang sekitar pukul 6 pagi dan langsung memberi pengarahan terkait persyaratan perpanjangan SIM serta mengatur ulang antrian. Setelah antrian dinilai sudah sesuai aturan, pelayanan pun langsung dibuka. Berdasarkan pantauan kami, layanan bahkan sudah dimulai pukul 6.45. Padahal seharusnya layanan baru dibuka pukul 8 pagi.

“Kami sengaja membuka pelayanan lebih pagi karena kami tidak tega dengan masyarakat yang sudah mengantri dari pagi. Mereka mungkin juga ada keperluan lain selain memperpanjang SIM, maka lebih baik kami buka lebih pagi,” terang Iptu Suhadi, Pemimpin SIM Keliling Jakarta Timur kepada Mobil123.com.

Menariknya lagi, Ia juga memberi keistimewaan kepada ibu hamil, ibu menyusui hingga orang yang keluarganya sedang dirawat di Rumah Sakit untuk mendapat prioritas. Dengan demikian, mereka tidak perlu antri terlalu lama.

“Bayangkan saja kalau Ibu hamil bawa diri sendiri saja sudah susah, lalu disuruh antri lama. Kasihanlah. Ini alasan kemanusiaan saja. Makanya dari awal sudah diberi informasi kalau hamil atau sedang menyusui akan diberi prioritas,” terangnya.

Layanan dimulai dengan menyerahkan nomor antrian kepada mereka yang sudah duduk di kursi tunggu. Kemudian 15 orang pertama diminta untuk duduk di dua baris depan sementara sisanya diminta untuk pindah ke lokasi berbeda.

Layanan SIM Keliling

Pemohon diminta untuk menyerahkan berkas di meja pendaftaran dan menyebutkan golongan darah. Setelah itu, pemohon akan masuk ke dalam mobil untuk diperiksa kesehatannya dengan tes buta warna dan periksa suhu badan. Kemudian membayar biaya perpanjangan sebesar Rp 135.000 untuk SIM A dan Rp 130.000 untuk SIM C sudah termasuk biaya tes kesehatan dan asuransi kecelakaan diri.

Setelah itu, pemohon diminta menunggu giliran untuk mengambil foto. Setelah foto, pemohon akan diambil sidik jari dan tanda tangan elektronik. Setelah semua selesai maka pemohon akan diminta menunggu SIM jadi. Pemohon diwajibkan untuk memeriksa kembali identitasnya untuk menghindari kesalahan penulisan. Total waktu yang dibutuhkan dari penyerahan berkas hingga SIM selesai sekitar 5 menit. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar