Lagi Disetop, Tesla Berpotensi Terima Kembali Pembayaran dengan Bitcoin

Berita Otomotif

Lagi Disetop, Tesla Berpotensi Terima Kembali Pembayaran dengan Bitcoin

CALIFORNIA – Tesla membuka peluang untuk kembali menerima mata uang kripto (cryptocurrency) Bitcoin sebagai alat pembayaran. Bahkan, kemungkinannya dikatakan cukup besar.

Pabrikan mobil listrik Tesla, seperti dilaporkan Reuters baru-baru ini, akan menggelar uji tuntas (due diligence) terlebih dahulu mengenai jumlah energi terbarukan yang dipakai untuk menambang Bitcoin.

“Saya mau mengadakan due diligence yang mencukupi, untuk mengonfirmasi bahwa persentase energi terbarukan ada di level 50 persen atau di atas itu dan juga adanya tren yang mengindikasikan angka itu bisa bertambah. Jika demikian, Tesla bakal lanjut menerima bitcon,” ucap CEO Tesla Elon Musk dalam sebuah konferensi.

“Jawabannya adalah kemungkinan besar kami akan melanjutkan menerima Bitcoin,” lanjut dia.

CEO dan Pendiri Tesla Elon Musk

Musk sempat membuat heboh dengan memborong Bitcoin pada Februari 2021. Ia pun mulai menerima konsumen yang melakukan pembelian mobil listrik Tesla dengan menggunakan bitcoin.

Namun, konglomerat nyentrik ini mengubah keputusannya tersebut pada Mei lalu. Alasannya adalah karena aktivitas penambangan Bitcoin belakangan dinilai banyak menggunakan energi listrik yang sumbernya tidak ramah lingkungan.

Hal ini membuat banyak pemerhati plus aktivis lingkungan hidup melontarkan kritik pada Bitcoin, termasuk Musk.

“Misi Tesla adalah mengakselerasi datangnya era energi baru dan terbarukan. Kami tidak bisa menjadi perusahaan yang melakukan itu tapi di sisi lain menerima Bitcoin tanpa due diligence yang memadai,” papar salah satu orang terkaya di dunia tersebut.

mobil listrik Tesla Model 3

Di sisi lain, Musk mengakui bahwa secara personal ia masih menyimpan Bitcoin dalam jumlah tertentu. Dua korporasi yang didirikannya yakni Tesla dan SpaceX juga demikian.

Selain Bitcoin, mata uang kripto lain yang ia simpan ialah Ethereum dan Dogecoin.

“Saya bisa saja melakukan pump (aksi dongkrak harga), tapi saya tidak melakukannya,” klaim Musk.

“Saya sangat tidak berniat membuat harga (mata uang kripto) tinggi lalu menjualnya…. Saya ingin melihat Bitcoin ini sukses,” akunya lagi.

Adapun Tesla saat ini sedang dirayu pemerintah Indonesia untuk berinvestasi di negara kaya nikel—bahan baku baterai mobil listrik—tersebut. Akan tetapi, mereka malah menggandeng perusahaan pertambangan Australia untuk menyuplai nikel. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar