Laba Bersih Anjlok, Nissan Jalankan Jurus Penangkal

Berita Otomotif

Laba Bersih Anjlok, Nissan Jalankan Jurus Penangkal

YOKOHAMA – Laba bersih Nissan Motor Co., Ltd. pada kuartal pertama tahun fiskal 2019 mengalami penurunan sebesar 94,5% menjadi hanya 6,4 miliar yen, hal ini membuat 12.500 karyawan di PHK.

Keuntungan tersebut didapatkan setelah Nissan hanya meraih keuntungan operasional sebesar 1,6 milyar yen pada pendapatan bersih 2,37 triliun yen, setara dengan margin operasi 0,1 persen. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan Nissan.

Mereka menyebut bahwa industri global pada kuartal ini memang melemah dan penjualan Nissan menurun meski perusahaan terus melanjutkan upayanya untuk memperbaiki penjualan. Nilai keuntungan sendiri dipengaruhi oleh penurunan pendapatan dan faktor eksternal lain seperti biaya bahan baku, fluktuasi nilai tukar serta investasi.

Pada kuartal pertama tahun fiskal 2019,  penjualan kendaraan secara global memang menurun sebesar 6,8 persen menjadi hanya 22,5 juta kendaraan. Nissan hanya berhasil menjual sebanyak 1,23 juta kendaraan atau turun 6 persen dibanding tahun lalu.

Di Jepang, penjualan Nissan menurun 2,6 persen menjadi hanya 126.000 unit. Itu pun karena Nissan Dayz yang dijual pada bulan Maret berhasil meraih respon cukup postif di negara tersebut.

Sementara penjualan Nissan di Cina justru meningkat sebesar 2,3 persen menjadi 344.000 unit. Mereka menguasai market share sebesar 5,7 persen atau naik 0,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini tidak lepas dari kehadiran model baru seperti Sylphy sedan, Qashqai dan X-Trail.

Di Amerika Serikat sendiri, Nissan berhasil menjual sebanyak 351.000 unit dan menguasai market share sebesar 7,9 persen. Sedangkan untuk penjualan di Eropa, termasuk Rusia penjualan Nissan drop hingga 16,3 persen menjadi hanya 135.000 unit. Pasar lain, termasuk Asia dan Oceania, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika penjualan Nissan hanya mencapai 174.000 unit atau menurun sebesar 13,1 persen.

Langkah Lanjutan

Nissan akan mengatasi ini dengan sejumlah strategi agar tidak semakin memburuk. Nissan akan bergerak untuk mengoptimalkan struktur biaya dan operasi manufaktur sembari meningkatkan nilai dari merk. Mereka juga akan menyegarkan jajaran produknya dan mencapai pertumbuhan yang konsisten secara global, termasuk di Amerika Serikat.

Untuk meningkatkan utilisasi secara keseluruhan, Nissan akan mengurangi kapasitas produksi globalnya sebesar 10 persen pada akhir tahun fiskal 2022. Sejalan dengan optimalisasi produksi, Nissan juga mengurangi jumlah karyawannya hingga 12.500 orang. Selain itu, Nissan akan mengurangi ukuran kendaraannya setidaknya 10 persen pada akhir tahun fiskal 2022 untuk meningkatkan daya saing produk.

Meski beberapa inisiatif tersebut saat ini sudah dilakukan, Nissan mengatakan perlu waktu sedikit lebih lama untuk merasakan dampak yang diharapkan.

[Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support