KTM Dapat Cuan dari Kondisi New Normal

Berita Otomotif

KTM Dapat Cuan dari Kondisi New Normal

PARIS – KTM dikatakan meraup keuntungan dari kondisi New Normal yang tengah berlangsung di seluruh dunia.

Seperti diketahui bahwa pandemi covid-19 yang menimpa hampir seluruh belahan bumi, menyerang segala lini bisnis. Tidak terkecuali sektor otomotif yang berdarah-darah untuk memasarkan produk-produk unggulannya.

Di semua negara, penjualan kendaraan anjlok ke titik terendah bahkan ada beberapa perusahaan yang terpaksa melakukan penyesuaian. Mulai dari pengurangan pegawai, pemotongan gaji hiingga penutupan cabang terpaksa dilakukan agar bisa tetap bertahan.

KTM sebagai merek motor yang dipasarkan secara global, juga terkena dampak dari virus corona yang merajalela. Stefan Pierer selaku CEO KTM mengakui dirinya kewalahan menghadapi pandemi seperti saat ini. Namun perlahan-lahan mereka mulai bisa mengatasinya.

“Sebagai perusahaan internasional, kami memiliki koneksi di seluruh dunia dan sejak ada masalah di China (corona), kami langsung mencegah konsumen membeli produk dari pasar Asia. Saya sudah merencanakan menghentikan produksi, tapi Kanselir Austria mendahului rencana kami. Pabrik berhenti produksi sejak 16 Maret,” ucap Pierer seperti dikutip Le Repaire des Motards.

Beruntungnya pandemi tidak berlangsung terlalu lama. Setidaknya mulai Mei 2020, dunia memasuki era baru yang kerap disebut New Normal. Dalam kondisi tersebut pabrik-pabrik mulai beroperasi dengan beberapa ketentuan.

KTM yang kembali memulai menggerakkan bisnisnya sejak 18 Mei 2020, dikatakan pabriknya telah beroperasi 100 persen saat ini. Sebanyak 3.639 karyawan sudah mulai bekerja penuh waktu. Mereka juga mulai meluncurkan model-model terbarunya setelah pabrik beroperasi. Ketika ditanyakan apakah KTM melakukan pengurangan pegawai selama masa pandemi, Ia justru menyatakan sebaliknya.

“Tidak, kami tidak melakukan pengurangan pegawai bahkan merekrut 40 orang lagi. Jujur kita sekarang berada di situasi yang menguntungkan dibandingkan industri lain seperti mobil dan penerbangan. Bagi kami industri roda dua telah berkembang sampai batas tertentu setelah covid. Setelah masa lockdown berakhir, kami mengalami peningkatan permintaan,” jelasnya kemudian.

Di China, setelah virus corona mulai mereda, orang-orang sangat disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Motor merupakan kendaraan yang banyak dipilih oleh konsumen. Mungkin karena harganya lebih terjangkau dan fleksibel karena dimensinya tidak terlalu besar.

Dengan sepedamotor, orang-orang bisa memulai aktivitas kembali dan minim risiko. Boss KTM tersebut juga mengatakan bahwa penjualan produk-produknya di China bahkan menyentuh angka dua digit jika dibandingkan dengan tahun lalu. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar