Pasokan Chip Terhambat, Produksi Nissan Leaf Dihentikan Sementara

Berita Otomotif

Pasokan Chip Terhambat, Produksi Nissan Leaf Dihentikan Sementara

DETROIT – Nissan akan menutup sementara pabriknya yang terletak di Smyrna, Tennessee, Amerika Serikat (AS) selama dua pekan. Tentunya penutupan ini akan berimbas pada penyesuaian produksi beberapa model Nissan, satu di antaranya mobil listrik Leaf.

Nissan menjelaskan bahwa penutupan pabrik akan dilakukan mulai 16 hingga 30 Agustus 2021.

Kebijakan ini diambil akibat peningkatan jumlah kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Malaysia, sehingga pasokan chip dari negara tersebut terhambat.

Perlu diketahui bahwa, pabrik Nissan di Smyrna, saat ini mempekerjakan 6.700 orang dan memproduksi sedikitnya enam model mobil. Keenam model tersebut adalah Nissan Rogue, Murano, Pathfinder, Leaf, Maxima dan Infiniti QX60.

Ditutupnya pabrik Nissan selama dua minggu menunjukkan bahwa kelangkaan komponen chip semikonduktor mungkin masih jauh dari kata berakhir. Bahkan Sam Abuelsamid, Guidehouse Research Principal Analyst mengatakan bahwa, kelangkaan kemungkinan masih akan terjadi hingga akhir tahun.

“Sepertinya tidak akan membaik setidaknya hingga tahun baru,” tegasnya.

Pabrik Nissan

Menurutnya, kondisi kelangkaan chip bisa menjadi lebih parah mengingat pandemi Covid-19 di seluruh rantai pasokan di Asia dan kawasan lain masih tinggi. Akibatnya banyak pabrik yang harus tutup atau mengurangi kapasitas produksi. 

Tak hanya Nissan, beberapa produsen mobil global lain juga telah melakukan hal serupa. Salah satu produsen mobil yang juga terdampak oleh kelangkaan chip semikonduktor tersebut adalah Volvo. Perusahaan akan menutup sementara pabrik mereka yang ada di Gothenburg mulai hari ini hingga pekan depan.

Pabrik Volvo

“Produksi mobil di pabrik Torslanda, Gothenburg, akan dihentikan sementara mulai malam ini, karena adanya kekurangan chip semikonduktir. Produksi akan dilakukan sesegera mungkin, atau paling lambat pada pekan depan,” ungkap Volvo pada keterangan tertulisnya.

Toyota juga yang sempat melakukan penutupan pabrik mereka di Thailand, karena kekurangan chip semikonduktor. Penutupan tersebut dilakukan pada akhir Juli dan awal Agustus 2021 lalu.

Kemudian penutupan pabrik mobil sementara juga dilakukan Toyota di Jepang pada 3-6 Agustus 2021 dan 5-6 Agustus 2021 lalu. Namun Toyota berdalih bahwa penutupan pabrik mereka di Jepang dikarenakan tingginya kasus Covid-19, bukan karena kekurangan chip semikonduktor. [Adi/Ses]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar