Kilas Balik 1000 Hari Wuling di Indonesia, Bersinar Berkat 3 Model Berani Bumbu

Berita Otomotif

Kilas Balik 1000 Hari Wuling di Indonesia, Bersinar Berkat 3 Model Berani Bumbu

JAKARTA - 1000 hari pertama Wuling Motor di Indonesia tergolong sukses, mampu menjadi penantang serius raksasa-raksasa asal Jepang lewat 3 model berani bumbu alias punya keunggulan fitur-fitur yang jauh lebih lengkap dibandingkan kompetitornya dengan harga menarik.

Sebagai "new kid on the road", tantangan yang diemban Wuling untuk masuk pasar otomotif Indonesia tergolong sangat berat. Terutama bagaimana menaklukkan puncak gunung es, tak lain adalah menggangkat brand image merek mobil asal China yang sangat terpuruk di Tanah Air.

Seperti kita ketahui bersama, Anda mungkin merupakan salah satu orang yang meremehkan, mengganggap guyonan bahkan takut untuk membeli mobil buatan China. "Mobil China bobrok, dipakai sebentar juga hancur" ungkapan ini dahulu dipastikan sering muncul di ruang publik saat berbicara soal mobil asal China. 

Kepercayaan publik terhadap mobil China memang hancur lebur di awal tahun 2000-an. Ini karena pola bisnis tidak jelas serta tidak sehat, distributor berjualan seperti lewat sistem hit and run, hanya menjual kendaraan impor dengan harga murah tanpa memikirkan kualitas, ketersediaan sparepart hingga layanan purna jual. 

Image buruk tercipta, seperti urban legend, mobil buatan China dicap sebagai barang rongsok dan merugikan, jadi besi tua di usia muda. Serta kemudian publik menghukum, menjadikannya musuh bersama, kemudian mobil China pun hilang dari pasar otomotif Indonesia.

Sampai kemudian Wuling Motor muncul. Tidak seperti brand China sebelumnya, kehadiran Wuling tak main-main. Kesan hit and run khas bisnis sebelumnya dilabur lewat investasi USD 700 juta. Pabrik Wuling seluas 60 hektar di bangun di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat dengan fasilitas 30 hektar pabrik manufaktur mobil dan 30 hektar lainnya untuk supplier park, secara keseluruhan mampu memproduksi 120 ribu unit per tahun.

Yang tentunya menarik setelahnya adalah kemunculan produk-produk Wuling. Tercatat 3 produk pertama muncul dan langsung bisa disebut menjadi the great contender bagi kompetitor di kelasnya.

Di awali dengan Wuling Confero, tak tanggung-tanggung langsung menerobos di kelas low MPV yang diisi oleh raksasa-rakasa seperti sang rajanya Toyota Avanza serta Daihatsu Xenia, Honda Mobilo, Nissan Livina, Suzuki Ertiga hingga yang paling sensasional Mitsubishi Xpander.


Meski baru dan bukan dari klan pabrikan Jepang, Confero hadir dengan penuh percaya diri. Ragam keunggulan jadi senjatanya, mulai dari finish product terbaik, desain menarik, interior nyaman, mesin irit juga tangguh serta tentunya yang bikin hati konsumen dengan mudah tertambat adalah dilengkapi beragam fitur baru tidak dimiliki kompetitornya dan punya harga jual paling terjangkau.

First impression Confero akhirnya cukup diterima konsumen Indonesia. Hingga kini telah terjual hingga 26.550 unit.

“Milestone kami memang cukup cepat. Awalnya mungkin ada keraguan terhadap brand baru dari negara yang reputasinya kurang baik. Tapi ternyata penerimaannya bagus. Di sisi kami, ini adalah motivasi untuk meningkatkan kualitas untuk ke depannya,” kata Danang Wiratmoko, Product Planning Wuling Motors.


Wuling Cortez kemudian menjadi produk kedua Wuling di Indonesia yang membawa beragam kejutan. Muncul di akhir 2017, lagi-lagi Cortez diposisikan langsung menjadi penantang serius bagi pemain besar di kelas MPV seperti Toyota Kijang Innova.

Strategi yang diusul Cortez setidaknya hampir sama dengan Confero. Catatan keunggulannya adalah nyaman sebagai mobil keluarga, punya fitur lengkap dan pastinya punya harga lebih terjangkau dibanding kompetitornya. Hingga saat ini tercatat 9.466 unit Cortez telah terjual.

Selang 1 tahun kemudian Wuling meluncurkan Almaz. Kehadiran SUV ini tentu menjanjikan, skenario strategi kehadiran relatif tidak jauh berbeda dengan Confero dan Cortez nyaman, kaya fitur plus harga menarik. Yang menjadi catatan pada Almaz, Wuling mulai menghadirkan desain produk cukup berani. 

Menurut pandangan Mobil123, ritme Wuling untuk memainkan produk dari sisi desain cukup berhasil. Pada Confero dan Cortez, keduanya memainkan desain di comfort zone, artinya tidak bermain dengan tarikan garis berani namun bermain lewat gaya elegan serta proporsional penuh toleransi atau tidak berlebihan.


Ini tentu bisa memenangkan hati semua orang. Tidak terbayang jika diproduk pertama Wuling tampil dengan model yang punya desain mencolok seperti bermain lewat garis futuristik, punya gaya tersendiri atau nekat berusaha langsung menjadi trendsetter. Mungkin konsumen akan bersikap skeptis, "siapa nih, anak baru sudah mau macam-macam". 

Berbeda dengan Confero dan Cortez yang tampil elegan juga kalem, Almaz tampil lebih agresif serta berani. Pada titik ini Wuling tampak mulai berani dan tentunya menyesuaikan karakter pasar SUV yang ada di Indonesia. Selain tampak menonjol dengan tarikan garis tegas dan sporti, tampilan Almaz diperkuat oleh kehadiran stacked headlight atau split headlight yang belakangan cukup populer serta menjadi ciri khas mobil masa kini.

Almaz pun tergolong sukses diterima oleh konsumen. Dan hingga kini sudah terjual 9.903 unit.

“Sebelum Wuling hadir, kami telah melakukan riset fitur apa yang paling dibutuhkan dan meluncurkan produk sesuai dengan hasil riset tersebut. Selain itu kami juga meningkatkan value dari kendaraan sehingga dapat diterima masyarakat. Orang membeli sesuatu melihat dengan harga sekian, maka akan mendapatkan apa. Ini yang ditawarkan oleh Wuling,” ungkap Danang menjawab pertanyaan soal keunggulan produk-produk Wuling.

Catatan 1.000 hari pertama Wuling di Indonesia ditutup dengan total penjualan mencapai 45 ribu unit. Wuling hingga kini juga telah memiliki 115 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia dan akan terus berkembang tentunya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar