Jokowi Ingin Indonesia Punya Industri Kendaraan Listrik yang Lengkap

Berita Otomotif

Jokowi Ingin Indonesia Punya Industri Kendaraan Listrik yang Lengkap

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengingatkan lagi bahwa Indonesia mesti membangun dan memperkuat industri kendaraan listrik hingga ke komponennya.

Jokowi, sapaan akrabnya, di sela-sela Hari Peringatan Kebangkitan Teknologi Nasional 2021 menyatakaan keyakinan bahwa negara ini amat berpotensi mengembangkan industri mobil listrik dari hulu ke hilir. Alasannya adalah sumber daya nikel—bahan baku baterai kendaraan listrik—yang dimiliki oleh Indonesia berlimpah.

“Kita punya pertambangan nikel tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ saja. Kita harus mengembangkan industri hilir seperti industri baterai lithium sampai produksi mobil listriknya. Semakin banyak rantai pasok yang diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula nilai tambahnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas dia secara virtual pada Selasa (10/8/2021), seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

Sekadar mengingatkan, Jokowi telah menerbitkan kebijakan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Aturan ini mengizinkan pemberian banyak insentif fiskal maupun non-fiskal yang didetailkan lebih lanjut lewat banyak regulasi turunan.

Jokowi ingin Indonesia punya industri kendaraan listrik

Misalnya saja insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan fuel cell electric vehicle (FCEV/mobil hidrogen) yang berlaku mulai 16 Oktober 2021.

Ada pula roadmap (peta jalan) produksi kendaraan listrik nasional beserta infrastruktur pendukungnya.

Pada 2030, Indonesia ditargetkan memproduksi lokal 600 ribu mobil listrik, 2,45 juta motor listrik, dan memiliki 25 ribu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Diberikan pula sederet insentif bagi korporasi yang berinvestasi membangun basis perakitan kendaraan listrik di Tanah Air. Bentuknya mulai dari mini tax holiday sampai super tax deduction.

mobil listrik Lexus UX 300 e

Berbagai pabrikan otomotif global sudah memberikan komitmen investasi pendirian pabrik mobil listrik untuk berbagai teknologi. Begitu pula dengan produsen-produsen baterai kendaraan listrik dunia.

Jokowi mewanti-wanti bahwa hilirisasi industri dalam negeri seperti mobil listrik harus dilakukan dengan modal penguasaan teknologi.

“Semua itu kuncinya adalah teknologi, terutama teknologi masa depan. Arahnya menuju green economy (ekonomi ramah lingkungan—Red) sudah sangat jelas. Pasar dunia akan mengarah pada green product, terutama yang low carbon, resources efficient, dan socially inclusive,” tegas dia. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar