Harga Pertalite dan Bio Solar Naik, Daihatsu juga bakal Naikkan Harga?

Berita Otomotif

Harga Pertalite dan Bio Solar Naik, Daihatsu juga bakal Naikkan Harga?

BAUBAU – Kenaikan harga Pertalite dan Bio Solar membuat biaya produksi serta logistik mobil meningkat. Alhasil, Daihatsu pun kini mengkaji perlu-tidaknya menaikkan harga.

Harga dua jenis bahan bakar minyak (BBM) Subsidi tersebut dinaikkan pemerintah pada 3 September 2022, setelah ditahan sejak awal tahun di tengah tren melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan kenaikan Pertalite dan Bio Solar itu berdampak pada dua hal. Dari sisi pabrikan, biaya produksi kendaraan terdongkrak.

“Kalau dari sisi penjualan adalah distribution cost (biaya produksi) karena tarif kami mengirimkan kendaraan pasti, kan, naik ya. Biaya transportasinya pasti, kan, naik,” ujar dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Daihatsu Terios 7 Wonders Baubau, Sulawesi Tenggara, 20-23 September 2022.

Secara teori dan logika, lanjut Hendrayadi, harga jual mobil juga mesti meningkat. Namun, Daihatsu belum berencana melakukan itu dalam waktu dekat.

“Masih sedang mengkaji saja dulu peningkatan dari biaya produksi, peningkatan dari biaya distribusi. Belum merencanakan untuk melakukannya dalam waktu dekat, sedang dikaji dulu,” pungkas dia.

Menurut Hendrayadi, ada tiga hal yang membuat mereka tak langsung menaikkan harga jual kendaraan dalam kondisi seperti ini. Pertama adalah faktor kompetisi di pasar.

“Kedua, kalau kami naikkan, semua (harga-harga) naik, nanti inflasi jadi naik lagi. Ketiga, kami juga melihat kalau menaikkan harga, nanti daya belinya jadi turun,” terangnya.

“Ini, kan, seperti pilihan antara pricing (strategi harga) dengan kuantitas (volume penjualan mobil). Secara total, mana yang lebih bagus buat kami dan konsumen,” lanjut dia.

Domestic Marketing Division Head PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Rudy Ardiman menambahkan bahwa sebagai perakit mobil dari jenama tersebut di Indonesia, pihaknya masih mempelajari kenaikan harga produksi akibat koreksi harga Pertalite plus Bio Solar.

“Kalau kami limpahkan semua ke pasar, kan, belum tentu pasarnya bisa menyerap,” sebutnya.

“Enggak mudah juga. (Efek kenaikan harga BBM) terhadap daya beli, kan, langsung terasa karena BBM ini digunakan langsung,” tutup Rudy. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar