Harga DFSK Gelora E Turun Sekitar Rp 160 Jutaan Bila Dapat Insentif

Berita Otomotif

Harga DFSK Gelora E Turun Sekitar Rp 160 Jutaan Bila Dapat Insentif

JAKARTA – DFSK Gelora E memang diperkirakan akan dijual dengan harga mulai dari Rp 469 juta, tapi tenaga penjual memiliki pemandangan berbeda.

Peluncuran minivan berteknologi listrik tersebut baru akan diluncurkan setelah Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mobil listrik. Dengan ini maka harga mobil listrik diharapkan bisa lebih kompetitif.

“Harga memang sekitar Rp 469 juta, tapi akan menunggu insentif dari Pemerintah agar harganya juga bisa turun. Kemungkinan ketika dijual nanti, harganya hanya Rp 300 jutaan,” ungkap salah satu tenaga penjual yang kami hubungi.

Meski harganya terbilang cukup tinggi untuk sebuah minivan, DFSK Gelora E bisa memberikan beragam keuntungan lain. Salah satunya adalah pengisian daya yang dinilai akan memberikan keuntungan jangka panjang.

Gelora E hanya mengonsumsi daya listrik 0,145 kWh per km. Ini setara dengan Rp 239 per km, dengan biaya listrik saat ini. Angka tersebut jauh lebih irit ketimbang model serupa dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE). Menurut DFSK, van bermesin konvensional dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 16,5 km per liter saja membutuhkan biaya energi sebanyak Rp 463 per KM.

DFSK juga menegaskan bahwa pihaknya telah melengkapi Gelora E dengan teknologi fast charging. Teknologi tersebut membuat pengisian daya dari 20 – 80 persen diklaim hanya membutuhkan 80 menit. Untuk mengisi daya, pelanggan cukup menggunakan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A sehingga pelanggan tidak perlu bingung lagi untuk mengisi daya.

Meski tidak ada data resmi, berdasarkan informasi dari tenaga penjual DFSK, Gelora E setidaknya sudah dipesan lima unit sepanjang pameran Gaikindo Indonesia International Vehicle Auto Show (GIICOMVEC) 2020. Sementara untuk DFSK Gelora bermesin konvensional sudah berhasil dipesan puluhan unit. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar