GIIAS 2020 Kemungkinan Batal dan Diganti Pameran Lebih Kecil

Berita Otomotif

GIIAS 2020 Kemungkinan Batal dan Diganti Pameran Lebih Kecil

JAKARTA – Asosiasi yang menaungi para pabrikan mobil di Nusantara membeberkan rencana mengganti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2020 dengan pameran berskala lebih kecil gara-gara pandemi virus Corona (Covid-19).

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menjelaskan bahwa pihaknya sedang mendiskusikan sebuah pameran pengganti GIIAS 2020. Pameran ini rencananya berlangsung pada kuartal keempat.

“Enggak akan sebesar GIIAS. Untuk informasi lebihnya nantilah. Seminggu-dua minggu dari sekarang. Sekarang masih digodok oleh teman-teman. Kami akan mengadakannya. Rencananya tetap di akhir Oktober (seperti GIIAS 2020),” ucap dia ketika dihubungi oleh Mobil123.com pada Rabu (12/8/2020) sore.

Sekadar mengingatkan, pandemi yang menghantam Indonesia sejak Maret silam tak hanya memporak-porandakan penjualan mobil. Agenda dua pameran otomotif besar pun berantakan.

Indonesia International Auto Show (IIMS) pada semester satu dibatalkan. Rentetan GIIAS di Makassar, Medan, Surabaya juga mengalami nasib sama. Sementara itu, pagelaran GIIAS di Serpong, Tangerang mundur dari yang tadinya 7 – 17 Agustus menjadi 22 Oktober – 1 November.

Tak hanya pameran di Indonesia, pameran-pameran otomotif di luar negeri pun banyak yang dibatalkan gara-gara pandemi. Sangat sedikit yang terus berlanjut, salah satunya adalah Bangkok International Motor Show (BIMS).

BIMS tadinya ingin dihelat pada 25 Maret – 6 April. Namun, jadwal diubah menjadi 20 April – 3 Mei dengan menjalankan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Nangoi menjelaskan bahwa pameran pengganti GIIAS akan menjadi salah satu tumpuan dalam mencapai target penjualan mobil tahun ini. Adapun targetnya tetap 600 ribu unit, meski ia mengakui bahwa realisasi penjualan pada Januari – Juli kemarin yang hanya 286 ribu unit belum memenuhi setengah dari angka tersebut.

Masih ada ‘utang’ sekitar 314 ribu unit mobil. Nangoi menjelaskan bahwa dengan sisa yang ada, pasar harus mencapai penjualan rata-rata 60 ribu-an unit per bulan.

“Melihat Juni, Juli (penjualan mobil) tumbuh harusnya pada Agustus ini akan tumbuh lagi. Di kuartal keempat, penutupan tahun, kalau situasi bisa lebih beres, penjualan 65 – 70 ribu unit per bulan masih mampu. Mungkin dengan program-program penjualan dari para APM (Agen Pemegang Merek) dan dengan meredanya Covid-19 serta adanya pameran yang berjalan,” papar dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar