GAIKINDO: Sejumlah Pabrikan Otomotif Indonesia Belum PHK Buruh Pabrik

Berita Otomotif

GAIKINDO: Sejumlah Pabrikan Otomotif Indonesia Belum PHK Buruh Pabrik

JAKARTA - Kondisi perekonomian Indonesia sedang 'tidak sehat' membuat masalah besar di berbagai sektor. Sejumlah perusahaan terancam akan merumahkan (PHK) buruh-buruh secara massal jika kondisi perekonomian tidak kunjung membaik.

Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia? Beberapa pabrik kendaraan bermotor di Indonesia sudah melakukan pengurangan jam kerja dari tiga shift menjadi dua shift bagi para pekerja pabrik. Namun pelemahan rupiah belum sampai membuat para pekerja di-PHK.

Demikian dikatakan Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Menurutnya sejumlah pabrik otomotif terpaksa mengurangi shift kerja karena terjadi penurunan penjualan mobil di Tanah Air sebesar 20 persen.

Dia juga memaparkan, perusahaan-perusahaan otomotif juga meniadakan jam lembur untuk menekan biaya pengeluaran. Adapun, perusahaan-perusahaan yang melakukan ini tidak satu pun melakukan PHK terkait melemahnya rupiah.

"Kami sangat tidak mengharapkan terjadi PHK tentunya. Laporan yang diterima oleh kami tidak ada PHK, yang ada pengurangan jam kerja, lembur ditiadakan," kata Jongkie.

"Saya tidak bisa sebutkan secara rinci perusahaan-perusahaan mana saja (yang melakukan pengurangan shift dan waktu kerja lembur). Pokoknya karena penjualan menurun 20 perssen, maka produksi jadi harus dikurangi agar stock (cadangan) kendaraan tidak menumpuk."

Jongkie berharap situasi tidak menyenangkan ini agar cepat berlalu dan tidak memakan korban PHK. Selama beberapa bulan terakhir banyak perusahaan otomotif sudah menyiasati situasi ini dengan beberapa penghematan.

"Mudah-mudahan ekonomi membaik sehingga penjualan baik. Kami berharapa tidak ada sampai PHK. Mudah-mudahan dengan pengurangan jam kerja sudah bisa mengurangi biaya," ucapnnya.

Gaikindo mencatat penjualan (wholesale) Januari-Juli 2015 sebesar 581.106 unit, atau turun dari Januari-Juli 2014 yang sebesar 733.452 unit.

Dalam satu tahun terakhir, PHK besar melanda PT General Motors Indonesia. Produsen mobil Chevrolet itu harus menutup pabriknya di Bekasi pada akhir Juni 2015. Namun penutupan pabrik GM bukan karena pelemahan nilai tukar rupiah, melainkan karena penjualan mobil Chevrolet yang tidak menuai hasil memuaskan, dan berubahnya strategi mereka. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual