Ford Siap Borong Vaksin Covid-19 untuk Karyawannya

Berita Otomotif

Ford Siap Borong Vaksin Covid-19 untuk Karyawannya

DETROIT - Ford melakukan upaya terbaik untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yang diperuntukan bagi karyawannya, sementara perusahaan otomotif lainnya belum mengambil langkah sejauh itu.

Ford Motor Company (FMC) baru-baru ini dikabarkan membeli selusin ultra-cold freezer yang akan digunakan untuk menyimpan vaksin Covid-19 Pfizer. Pengadaan ini dilakukan dalam bagian upaya dari Ford agar para karyawannya bisa memiliki aksen vaksin lebih mudah jika nanti sudah benar-benar siap digunakan.

"Kami melakukan ini secara sukarela agar dapat menyediakan vaksin bagi seluruh karyawan," ungkap Kelli Felker, juru bicara Ford.

Disebutkan bahwa dalam pengadaan mesin pendingin ini Ford mengaku tidak melakukan kerjasama dengan pihak manapun. Mereka hanya membeli dari perusahaan yang tidak disebutkan namanya. Dan bagi Ford nilai per unitnya tentu tergolong murah, hanya berada di kisaran $ 5 ribu - $ 15 ribu atau sekitar Rp 70 jutaan - Rp 200 jutaan.

Mesin pendingin ini sendiri memiliki spesifikasi spesial. Yakni bisa diatur suhunya hingga suhu terendah - 70 derajat Celcius, berbeda dengan penyimpanan vaksin lainnya yang hanya butuh pendingingin 2-8 derajat celicius saja.

Upaya yang dilakukan Ford sendiri sepertinya belum dilakukan oleh pabrikan lain. Beberapa dari mereka masih menunggu perkembangan terutama terkait dengan proses finalisasi vaksin.

Ford Siap Borong Vaksin Covid-19 untuk Karyawannya
General Motor (GM) contohnya mengatakan masih belum membeli mesin pendingin vaksin seperti Ford. Menurut mereka upaya itu terlau dini, vaksinnya belum benar-benar tersedia untuk mereka. Dan memang jika nantinya vaksin beredar di Amerika Serikat, pemerintah lebih mengutamakan tenaga medis serta orang-orang tua terutama di panti jompo.

"Kami juga mengambil langkah-langkah persiapan menyediakan vaksin untuk karyawan pada waktu yang tepat dan saat vaksin tersedia bagi kami," kata Patrick Morrisssey, juru bicara GM. 

Sementara pabrikan otomotif besar lain seperti Toyota Motor Corp dan Fiat Chrysler Automobiles belum memberikan komentar. Berikut United Auto Workers union (Sarikat pekerja otomotif Amerika) yang mewakili sebagian besar pekerja pembuat mobil di Detroit masih belum bersuara.

Rasanya sebagian besar dari mereka masih dalam kondisi menunggu perkembangan. Atau mungkin kebanyakan menahan diri melihat proses awal vaksin mulai didistribusikan dan disuntikan kepada banyak orang serta efek apa yang ditimbulkan. 

Artinya mereka yang belum bersuara mungkin enggan menjadi first adapter vaksin atau bahasa lainnya mirip-mirip seperti kelinci percobaan. Tunggu kabar selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar