Warga Medan Mulai Terpapar Kendaraan Masa Depan

Berita Otomotif

Warga Medan Mulai Terpapar Kendaraan Masa Depan

MEDAN – Sebuah mobil mungil nihil emisi gas buang berdiam manis di pojok kanan depan booth Wuling dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Medan 2018, 31 Oktober – 4 November. Tak seberapa jauh darinya, tepatnya di tengah booth Honda, dua unit moda transportasi individu yang kecil dan unik terlihat.

Mobil mungil bertenaga listrik itu, Wuling E100, serta moda transportasi individu bernama Honda Uni-Cub Beta ibarat penyegar GIIAS Medan 2018 yang dijejali mobil-mobil produksi massal untuk dijual oleh para pramuniaga. Keduanya juga menjadi penyelamat yang membuat pameran tersebut tak melulu soal transaksi.

GIIAS Medan 2018 menjadi penampilan keempat E100 di Indonesia pada tahun ini. Tiga lainnya pun terjadi di roadshow GIIAS 2018 di Serpong (2 – 12 Agustus), Makassar (21 - 26 Agustus, Surabaya (15 - 23 September).

Dian Asmahani, Brand Manager PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia, menyatakan bahwa hal ini dilakukan sesuai tema besar GIIAS tahun ini yaitu ‘Beyond Moblity’. Diboyongnya E100 juga menunjukkan kesiapan teknologi Wuling saat era mobil listrik sudah datang ke Indonesia.

“Kami akan bawa produk-produk baru pada pelanggan, termasuk produk-produk ramah lingkungan,” kata Dian di hari pembukaan pameran di Santika Convention Center,

E100 mengandalkan baterai lithium-ion 19.2 kWh serta motor listrik berdaya hampir 39hp dan torsi 110 Nm. Kecil-kecil begitu, kecepatan tertingginya mencapai 100 km/jam, meski akselerasi 0 – 50 km/jam cukup lambat yakni 6,5 detik.

Berbekal kabel khusus, mobil yang meluncur pada pertengahan 2017 itu bisa dicas di steker rumah. Di tegangan listrik 220 V, butuh pengecasan 9 jam agar baterai terisi penuh. Jarak tempuhnya sendiri mencapai 200 km.

Adapun Honda, yang baru pertama kali ikut GIIAS Medan 2018, langsung tampil total dengan memamerkan Uni-Cub Beta. Kendaraan individual hasil riset dan pengembangan Honda ini pun tak sekadar dipajang.

“Nantinya para pengunjung booth juga dapat mencoba langsung,” ujar Nukman Hung Lim, General Manager Regional I PT. Prospect Motor.

Uni-Cub Beta berdimensi 510 x 315 x 620 mm dengan bobot 25 kg. Kendaraan untuk satu orang ini dijalankan tanpa setir. Orang yang duduk cukup menggeser berat badan dan mencondongkan tubuh ke arah tujuan agar Uni-Cub Beta bergerak.

Uni-Cub Beta lahir dari pengetahuan Honda saat mengembangkan robot Asimo. Teknologi di dalamnya antara lain fitur pengatur keseimbangan serta sistem Honda Omni Traction Drive.

Pameran yang Tak Sekadar Jual-Beli
Mobil listrik, mobil otonom, moda transportasi individual, hingga mobil terbang sejauh ini memang menjadi arah yang sedang dituju oleh industri otomotif global. Teknologi ini kerap dipertunjukkan di pameran-pameran otomotif besar dunia.

Penyelenggara GIIAS, Seven Event pun, sedang berusaha agar pameran yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara ini juga berevolusi dari sekadar sarana transaksi menjadi arena para pabrikan memamerkan teknologi-teknologi terkini.

Hal ini sudah agak terlihat di GIIAS 2018 Serpong, dengan adanya Technology Area. Namun, untuk GIIAS di daerah-daerah, penyelenggara mengakui keinginan tersebut lebih sulit dilakukan.

“Di GIIAS daerah belum bisa karena infrastruktur dan lain-lain. Di GIIAS daerah juga masih ada beberapa merek  yang turun tidak dengan agen pemegang merek (APM) langsung, tapi dealer. Ke depan kami sangat berharap APM turun langsung karena dengan begitu, kan, kualitas benar-benar dijaga agar citra merek tidak turun,” papar Agus Riyadi, Project Director GIIAS 2018, menjawab pertanyaan Mobil123.com sehari sebelum pameran di Medan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar