DFSK Glory 580 Telah Teruji Keamanannya

Berita Otomotif

DFSK Glory 580 Telah Teruji Keamanannya

TANGERANG – DFSK Glory 580 hadir dengan tingkat keselamatan bintang lima dari China New Car Assessment Program (C-NCAP).

Hal ini diapresiasi oleh Taqwa dari Garden Speed. Menurutnya, hasil yang diraih oleh DFSK Glory 580 ini menunjukkan bahwa mobil tersebut memang aman dan sangat mempedulikan keselamatan para penumpangnya.

“Jadi Crash test itu sangat penting. Pengujian ini dilakukan pada kendaraan dengan kecepatan rentang 60-64 km per jam, posisi mesin mati tapi kunci kotak on. Tujuannya untuk mengaktifkan semua fitur dan sistem keselamatan. Jadi mobil yang sudah lolos crash tes, dengan hasil bagus, seharusnya aman untuk dikendarai,” ungkapnya.

DFSK Glory 580 di crash test sesuai dengan aturan dari C-NCAP. Ketika itu kecepatan yang dicapai saat pengujian 50 km/jam.

“Kalau kita lihat videonya, DFSK Glory 580 di crash test dengan kecepatan 50 km per jam. Sementara kecepatan di perkotaan khususnya kota besar itu umumnya hanya 16-22 km per jam. Di tol juga saya yakin sulit untuk mencapai 50 km/jam. Jadi ini menurut saya masih aman,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa dalam crash test hal yang harus lebih diperhatikan adalah pilar A pada kendaraan. Semakin banyak deformasi yang terjadi dan menyulitkan evaluasi maka mobil tersebut akan semakin berkurang tingkat keselamatannya.

Sementara itu pada video yang ditunjukkan oleh DFSK, deformasi pada pilar A nyaris tidak ada. Pilar A tetap utuh sehingga diyakini memudahkan dalam evakuasi penumpang dan pengemudi tetap mudah.

Tak hanya itu, sejumlah fitur keselamatan memang sudah disematkan oleh DFSK guna meningkatkan standard keselamatan mobil tersebut. Fitur keselamatan yang disematkan diantaranya adalah ESP, 4 titik airbag serta EPB (Electronic Parking Brake),

“Di Eropa, bila mobil tersebut mendaatkan nilai yang rendah maka akan berpengaruh pada penjualan. Ini karena orang tidak mau membeli kendaraan yang kurang aman,” pungkasnya. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar