DFSK Berharap Sudah Bisa Luncurkan Mobil Listrik Tahun Depan

Berita Otomotif

DFSK Berharap Sudah Bisa Luncurkan Mobil Listrik Tahun Depan

JAKARTA - Dongfeng Sokon (DFSK) berharap sudah bisa meluncurkan mobil listrik Glory E3 di Indonesia pada 2020.

DFSK pada Juli kemarin memperkenalkan Glory E3 sebagai mobil eksebisi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Serpong, Tangerang. Sport utility vehicle (SUV) itu menjadi calon mobil listrik pertama mereka untuk pasar Indonesia kelak, memanfaatkan 17 insentif yang diberikan melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT. Sokonindo Automobile, mengakui pihaknya sudah mempunyai perencanaan waktu peluncuran Glory E3. Namun, ia belum bisa menginformasikan karena waktunya bisa direvisi karena masih menunggu seluruh regulasi turunan yang mengatur lebih detail semua poin insentif.

“Sebenarnya saya sudah punya waktu paling ideal melihat semua situasinya. Cuma, untuk memastikan (peluncuran pasti terjadi) tahun sekian saya juga belum bisa. Perpres memang sudah ditandatangani Agustus, tapi saya coba diskusi dengan beberapa institusi dan kementerian dan mereka mengatakan kemungkinan turunan-turunannya hadir semua di awal tahun (2020). Misalnya, aturan untuk uji tipe mobil listrik, target mereka awal tahun. Berarti, kan, bisa ada pergeseran. Saya harus wait and see,” papar dia menjawab pertanyaan Mobil123.com di sela-sela Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2020 di Balai Kartini, Jakarta pada Kamis (5/9/2019).

Ricky sendiri berharap Glory E3 sudah dapat mereka bawa ke Nusantara tahun depan. Jika bisa lebih cepat, menurutnya, lebih baik.

“Mudah-mudahan, ya. Kami pun sebenarnya kalau boleh lebih cepat, lebih bagus. Karena, kan, sebenarnya seiring program pemerintah berjalan kami sudah siap. Kami pun inginnya saat pemerintah sudah oke, regulasi semua sudah ada, lalu ‘go’,” lanjut dia.

Pemerintah akan memperbolehkan impor utuh mobil listrik dalam waktu tertentu dan memberikan insentif seperti pembebasan bea masuk. Hanya saja, harus ada komitmen perakitan lokal dari sang pabrikan.

Pada 2025, pemerintah memproyeksikan produksi mobil listrik mencapai 20 persen dari total produksi mobil nasional. Volume produksi mobil ramah lingkungan itu diperkirakan 400 ribu unit pada tahun tersebut.

DFSK telah memiliki pabrik perakitan di Cikande, Serang, Banten. Pabrik ini telah dilengkapi teknologi Industry 4.0 yang canggih. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support