DFSK: Indonesia Bisa Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Kami di ASEAN

Berita Otomotif

DFSK: Indonesia Bisa Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Kami di ASEAN

JAKARTA - Dongfeng Sokon (DFSK) mengakui peluang Indonesia untuk menjadi basis produksi mobil listrik mereka di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Major Qin, Head of Marketing Department PT. Sokonindo Automobile (SA), mengatakan bahwa pabrik yang mereka miliki di Nusantara sudah punya teknologi mencukupi untuk memproduksi mobil listrik. Ini karena fasilitas tersebut sudah mengadopsi teknologi Industry 4.0 yang menyangkut otomatisasi produksi dengan teknologi robotik plus penggunaan internet of things (IoT).

“Seperti kita ketahui kami telah membangun pabrik di Cikande, Serang, yang berteknologi Industry 4.0 dengan investasi 150 jut dollar AS. Dari mulai pencetakan, pengelasan, sampai perakitan kami lakukan semua di sini. Kami tentunya dapat memproduksi mobil listrik di situ,” ucapnya.

Keterangan ini terkait dengan mobil listrik Glory E3 yang mereka pamerkan selama pameran otomotif tersebut. Tak hanya memamerkan, merek mobil asal China ini memastikan bakal meluncurkan sport utility vehicle (SUV) nihil emisi gas buang tersebut suatu waktu di Tanah Air.

Mereka sekarang masih menantikan regulasi berbentuk Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah berisi insentif pajak untuk menurunkan harga jual mobil hybrid dan mobil listrik dari pemerintah. Aturan yang kerap disebut regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) tersebut juga bakal mengatur perincian insentif-insentif lain terkait lokalisasi produk.

Presiden Jokowi pada pekan lalu menyatakan sudah menandatangani Perpres mobil listrik yang dinanti-nanti. Namun, hingga kini, aturan belum diumumkan dan diterbitkan secara resmi.

Franz Wang, Managing Director SA, menjelaskan bahwa Glory E3 merupakan produk global. Negara-negara Asia Tenggara turut menjadi pasar incaran.

“Indonesia berpeluang menjadi basis produksi untuk pasar ASEAN mengingat fasilitas produksi di Indonesia sangat memungkinkan dan mendukung. Mengenai harga, kita masih melakukan riset pasar untuk harga DFSK Glory E3. Nanti akan kita umumkan lebih lanjut lagi," pungkas Franz Wang.

Glory E3 punya jarak tempuh 405 km. Kapasitas baterainya 52,56 kWh dan biaya pengisian baterai sampai penuh dengan harga token prabayar PLN terkini berjumlah tak sampai Rp 100 ribu.

Qin juga tak mau memberikan perkiraan harga dulu. Namun, ia berjanji banderolnya bakal kompetitif. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support