Daihatsu: Diskon Besar Saat Pandemi Percuma, Daya Beli Enggak Ada

Berita Otomotif

Daihatsu: Diskon Besar Saat Pandemi Percuma, Daya Beli Enggak Ada

JAKARTA – Daihatsu mengaku tidak banting harga di masa sulit pandemi virus Corona (Covid-19), lewat diskon besar. Hal itu menurut mereka percuma karena inti masalahnya saat ini ada di daya beli masyarakat dan dealer-dealer juga akan merana jika menerapkan kebijakan tersebut.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI – DSO), mengatakan bahwa isu banting harga kendaraan di dealer masa pandemi tak benar. Kebijakan harga serta diskon saat ini tak seperti itu.

“Normal-normal saja. Diskon yang diberikan saat ini sesuai dengan yang seharusnya diberikan di pasar, tak jor-joran. Kalau diskon besar-besaran, pasar tetap lagi turun. Jadi kami tetap harus selektif memberi diskon,” tandas dia menanggapi pertanyaan Mobil123.com pada konferensi pers virtual via aplikasi Zoom pada akhir pekan lalu.

Hal ini diamini oleh Amelia Tjandra selaku Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM). Sebagai informasi, AI DSO merupakan divisi dari AI yang menangani jaringan dealer, sedangkan ADM ialah joint venture antara AI dengan Daihatsu Jepang yang mengurus produksi serta distribusi.

“Saya percaya pasar mobil dipengaruhi daya beli. Buang diskon besar-besaran tidak akan memperbesar pasar mobil selama daya beli yang ditunjukkan oleh GDP (Gross Domestic Product/Pendapatan Domestik Bruto) belum naik. Buang diskon seberapa besar pun tak akan membuat orang belu mobil karena itu harus disertai kemampuan,” papar dia.

Amelia menjelaskan bahwa di kuartal kedua 2020, pertumbuhan ekonomi diperkirakan minus 3,4 persen. Ini menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia di kala pandemi sedang terjun bebas.

“Walau kemarin ada yang menulis soal diskon, tapi kenyataannya pasar tidak akan naik,” ujar dia.

Dealer Bisa Makin Susah
Alasan kedua Daihatsu tidak memberikan diskon besar pada pandemi ini adalah demi dealer. Kondisi usaha dealer, menurut Hendrayadi, juga sedang sulit dan tidak maksimal.

“Mereka juga harus dijaga supaya sehat. Jualan turun tapi mereka tetap harus lakukan pembiayaan OPEC-nya. Agar kesehatan cabang Astra dan dealer-dealer lain sehat, harus dijaga besaran diskonnya,” tegas dia.

Bantuan Grup Astra
Hendrayadi serta Amelia kompak mengatakan bahwa senjata utama mereka di situasi sulit sekara ini adalah value chain (rantai bisnis) milik Grup Astra. Menurut Hendrayadi, sebagian dealer, leasing (pembiayaan), hingga asuransi ada di dalam Grup Astra sehingga lebih bisa diajak berkompromi memberikan paket-paket kredit.

Sekadar mengingatkan, leasing saat ini sedang ketat karena risiko kredit macet dalam pembiayaan mobil makin tinggi di masa pandemi. Uang muka (DP/Down Payment) melambung hingga 40 persen.

“Karena Astra punya value chain, kami punya database mana yang mampu membeli dan mana yang punya kemampuan menyicil. Ini senjata utama Astra (di masa pandemi),” timpal Amelia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar