Pemberian Diskon Harga Mobil Diklaim Sulit Saat Pandemi

Berita Otomotif

Pemberian Diskon Harga Mobil Diklaim Sulit Saat Pandemi

JAKARTA – Pemberian diskon harga mobil diklaim sulit pada 2020. Dampak negatif pandemi Corona (Covid-19) terhadap penjualan mobil disebut membuat pelaku usaha ketar-ketir menutup biaya operasional.

Transaksi jual – beli mobil sepanjang 2020 turun amat dalam karena terdampak oleh pandemi. Wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada Januari – September, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya 372.406 unit atau drop 50,9 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya/year on year.

Adapun retail (dari dealer ke konsumen) 407.396 unit, terjerembab 46,6 persen year on year. Target penjualan mobil nasional pada 2020 direvisi dua kali, dari 1,050 juta unit--tak jauh beda dari capaian 2019 yang 1,030 juta unit--menjadi 600 ribu unit hingga kemudian menjadi 525 ribu unit.

Kondisi di pasar domestik, menurut Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo, membuat aktivitas produksi pabrik terjun bebas. Ini masih ditambah lagi dengan pasar ekspor yang terdampak oleh pandemi. Atas alasan itulah, pemberian diskon harga mobil pada tahun ini pun ia klaim sulit.


“Sulit kalau soal diskon. Diskon ini kebijakan perusahaan, ya. Tapi, kita lihat kondisinya. Bayangkan, tadi saya sudah jelaskan kalau dalam kondisi sulit perusahaan diberi mandat (oleh pemerintah) untuk tidak ada PHK. Kedua, memberikan THR. Ketiga, tidak ada penutupan pabrik. Ini sudah kami lakukan. Padahal, dalam kondisi demikian, utilisasi kapasitas produksinya masih rendah. Dalam kondisi normal saja, (utilisasi kapasitas produksi) Cuma 54 persen,” papar dia pada Kamis (12/11/2020) dalam diskusi virtual Forum Wartawan Industri (Forwin).

Pendapatan para pelaku usaha di industri, menurut Kukuh, pun makin ketat. Karena itu, pemberian diskon harga mobil pada tahun ini bukan lah pilihan untuk mendorong penjualan.

“Kalau kemudian memberikan diskon lagi, darimana kami bisa mendapatkan (uang) untuk menutupi biaya operasional? Jadi itu bukan pilihan, lah. Tapi intinya diupayakan mencari alternatif lain yang sebetulnya sudah banyak dilakukan dalam keadaan normal pun,” lanjut Kukuh tanpa merincikan lebih lanjut.


Data yang ia paparkan menunjukkan produksi lokal mobil pada sembilan bulan 2020 hanya 483.207 unit, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Penurunannya mencapai 49,4 persen year on year.

Sementara, kapasitas produksi terpasang di Tanah Air pada 2020 mencapai 2,4 juta unit. Artinya, perakitan mobil sejauh ini kurang dari 50 persen dari potensi maksimal.

Laporan keuangan pemain di industri otomotif sendiri masih ada yang menunjukkan perolehan profit di tengah pandemi. PT. Astra International (Grup Astra), hingga kuartal ketiga 2020, masih memperoleh laba bersih Rp 1,8 triliun dari bisnis otomotif atau turun 70 persen year on year. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar