Bisakah Penurunan DP Minimum Perbaiki Pasar Otomotif?

Berita Otomotif

Bisakah Penurunan DP Minimum Perbaiki Pasar Otomotif?

JAKARTA – Pemerintah melalui Bank Indonesia telah menurunkan Uang Muka (Down Payment) minimal pembelian kendaraan roda-empat dari sebelumnya 30% menjadi 25%. Penurunan ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan penjualan kendaraan.

“Kami berharap bahwa ini berefek. Tapi, masih ada 2 faktor lain yang memengaruhi. Yang pertama itu suku bunga. Karena itu yang menentukan angsuran yang harus dibayar konsumen. Kalau suku bunga masih tinggi, hanya DP-nya saja (yang turun), susah juga bayarnya (angsuran)," ungkap Rudy Ardiman, Corporate Planning Division Head Astra Daihatsu Motor.

Yang kedua adalah belanja yang dilakukan pemerintah. Perputaran uangnya juga harus berjalan dengan baik karena itu menyerap tenaga kerja. Kalau masyarakat terpenuhi kebutuhan basic-nya, baru mereka memenuhi kebutuhan lain seperti mobil.”

Untuk peningkatan penjualan setelah adanya penurunan DP, Rudy belum bisa memastikan.

“DP-nya sudah turun, tapi suku bunga yang menentukan jumlah angsuran tetap tinggi, apa konsumen tetap mau beli? Kalau setiap hari saja mereka sudah susah, apa mereka mau beli mobil?” tutupnya. [Adi/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123.
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support