Banyak Masalah, Mobil Listrik Disebut Tidak Ditest dengan Baik Sebelum Dijual

Berita Otomotif

Banyak Masalah, Mobil Listrik Disebut Tidak Ditest dengan Baik Sebelum Dijual

https://www.mobil123.com/berita/tesla-sudah-kasih-proposal-investasi-ke-luhut-siap-bertemu-pekan-depan/62702

OSLO - Mobil listrik hasil pabrikan besar dunia disebut oleh seorang penulis asal Norwegia tidak cukup diuji atau ditest dengan baik sebelum dijual karena banyak masalah yang menyertainya.

Jarle Kvalheim dari Tek.no menumpahkan kekesalannya pada mobil-mobil listrik yang belakangan banyak dijual di dunia. Lewat tulisannya ia menyebut bahwa mobil listrik tidak diuji sepenuhnya sebelum dikirimkan ke pelanggan.

Mobil listrik pertama yang disengat protesnya adalah Volkswagen ID.3 dan ternyata Kvalheim sudah membelinya. Selama digunakan, hatchback listrik ini banyak masalah terkait software atau perangkat lunak.

Media di Eropa sendiri pernah menyebut bahwa alasan VW segera menjual ID.3 adalah demi mengurangi denda karena tidak memenuhi target emisi karbon 2020. Update software sejatinya dapat menyelesaikan sebagian besar masalah, tetapi sampai saat ini masih menunggu solusi terbaik.

Mobil Listrik Disebut Tidak Ditest dengan Baik
Kvalheim kemudian menyinggung Tesla yang disebut punya 2 masalah. Pertama masalah Model 3 pada heat pump, jadi banyak pengemudi di daerah seperti Norwedia sangat tidak nyaman berada di kabin yang sangat dingin.    

Masalah kedua Tesla disebut terjadi Motor Control Unit (MCU) pada Model S dan Model X. Sampai 22 Januari belum ada respon, Tesla belum melakukan recall di Amerika Serikat China. Masalah ini sendiri belum diumumkan di wilayah Eropa.

Mobil listrik selanjutnya adalah Hyundai Kona EV, diindikasi bermasalah pada beterai 12 Volt dan masalah pengisian daya pada Audi e-tron. Problem lainnya terjadi pada software mobil listrik MG yang berakibat hanya bisa berjalan 44 km. Dan terakhir Kvalheim menyebut Jaguar I-Pace yang punya masalah pintu belakang mudah ditembus pasir serta debu sehingga mengganggu kabin. 

Mobil Listrik Disebut Tidak Ditest dengan Baik
Penulis asal Norwegia ini menambahkan bahwa masalah-masalah di atas harus segera mendapat perhatian oleh para pabrikan pembuatnya. Kvalheim prihatin bahwa selama ini para pabrikan tidak melakukan pekerjaan dengan baik dalam memerika atau melakukan quality control pada mobil produksi mereka sebelum dijual. Termasuk pabrikan menjual mobil tanpa menawarkan para konsumen untuk melakukan test drive. 

Belum lagi urusan update software yang diberikan oleh pabrikan mobil listrik seperti Tesla, prinsipnya seperti biasa dilakukan pada smartphone. Kvalheim khawatir bahwa update software yang dilakukan secara berkala dapat memperburuk kondisi mobil dan juga bisa menurunkan performa.

Seperti terjadi pada Tesla Model S yang dalam update-nya membatasi voltase baterai. Ini membuat daya jangkaunya menjadi lebih pendek dibandingkan sebelum dilakukan update, tentu membuat pemilik terganggu. Namun bagi Tesla sesuai strateginya yakni "move fast and break things" yang penting bergerak cepat dan memecahkan sesuatu. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar