Awas, Mengurangi Tekanan Ban Saat Musim Hujan Dampaknya Bisa Fatal

Panduan Pembeli

Awas, Mengurangi Tekanan Ban Saat Musim Hujan Dampaknya Bisa Fatal

BOGOR – Mengurangi tekanan angin dengan harapan ban dapat lebih menapak saat musim hujan rupanya merupakan langkah yang kurang tepat.

Menurut Goodyear, tekanan angin ban di bawah anjuran justru menyebabkan struktur membentuk huruf W. Artinya, bagian tengah tapak ban tidak menyentuh permukaan jalan. Kondisi ini tentunya sangat berbahaya saat berkendara karena dapat menyebabkan mobil tergelincir.

Namun, berkendara dengan tekanan angin berlebih juga tidak dianjurkan khususnya saat berkendara di musim hujan. Ini karena  saat ban diberi tekanan angin lebih tinggi dari anjuran, maka telapak ban membentuk struktur U. Dengan demikian, hanya bagian tengah ban yang menyentuh jalan. Kondisi ini pun juga berbahaya untuk keselamatan berkendara.

Goodyear menegaskan bahwa untuk berkendara di musim hujan, daya cengkram ban sangat penting guna menghindari kejadian kendaraan tergelincir. Untuk itu, tekanan ban harus dalam kondisi sempurna, sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Untuk melihat tekanan angin yang sesuai, pemilik kendaraan bisa melihatnya di sisi pintu pengemudi atau di buku manual. Pastikan untuk memeriksakan tekanan angin secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gunakan Ban Berteknologi

Goodyear

Selain memastikan tekanan angin, Goodyear juga menyarankan untuk menggunakan ban yang memang sudah dikembangkan untuk dapat mengecengkram jalan lebih baik. Hal ini penting mengingat dari seluruh komponen mobil, hanya ban yang langsung bersentuhan dengan jalan.

Pada beberapa ban berteknologi, tim pengembangan dan riset sudah mendalami kasus pengereman ini hingga merujuk pada upaya memperlebar penampang telapak ban dan mengolah kompon yang digunakan dalam karet serta bentuk kembangan ban.

Satu diantaranya adalah Goodyear Eagle F1 Sport yang mampu menghasilkan pengereman secara efektif baik dijalan basah maupun kering. Telapaknya memiliki blok bahu luar dan dalam yang lebih lebar, sehingga penguasaan ban menjadi lebih sempurna saat berkelok. Sementara desain cakar elangnya berkontribusi membagi tekanan beban secara merata pada area kontak jalan, menjaga ban tetap stabil mencengkeram saat pengereman dan manuver berbelok.

Kemudian celah empat baris memanjang lebih lebar dari produk sejenis, selain berfungsi menjadi tali air, juga membuat ban menjadi lebih lebar saat menapak. Dengan demikian tekanan lebih merata dan lebih kotak sehingga ban menjadi lebih efektif saat melakukan pengereman.

Sementara silica yang dicampur kedalam kompon dan tambahan matrix polymer meningkatkan reaksi kimiawi dan percampuran di dalam kompon. Hal ini menghasilkan performa daya tempel karet yang lebih optimal dan dibutuhkan saat melakukan pengereman ketika kendaraan bermanuver dijalan kondisi kering dan basah. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar