AMMDes Buatan Dalam Negeri Mulai di Ekspor

Berita Otomotif

AMMDes Buatan Dalam Negeri Mulai di Ekspor

BOGOR - Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) resmi diekspor ke luar negerii.

PT Senantiasa Makmur (SM) melalui PT Repindo Jagad Raya (RJR) mengekspor KMWAMMDes yang diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) ke Nigeria. Saat ini KMW-AMMDes yang telah diekspor terdiri dari KMW-AMMDes Paddy Husker (Pengupas Padi), KMW-AMMDes Cassava Grinder (Penepung Singkong), dan KMW-AMMDes Garri Processor (Pengolah Garri).

“Kami merasa bangga dengan diekspornya KMW-AMMDes ke Nigeria. Hal ini menjadi bukti bahwa produk dalam negeri hasil karya anak bangsa juga diminati di luar negeri. Terlebih dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, KMW-AMMDes semakin dibutuhkan di sektor pertanian dan perkebunan berskala besar,” ujar Dra. Ritha Ermuliana Manik, Direktur Utama RJR.

Tidak hanya pada sektor pertanian, sejak 2018 KMWI terus berinovasi dan telah berhasil mengembangkan lebih dari 16 aplikasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan desa di Indonesia. Diantaranya unit KMW-AMMDes Ambulance Feeder pada bidang kesehatan dan unit KMW-AMMDes Pemadam Kebakaran untuk kegiatan tanggap darurat.

Khusus untuk KMW-AMMDes Ambulance Feeder sudah digunakan oleh Puskesmas Bojongmanik sebagai salah satu senjata untuk menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kendaraan ini digunakan sebagai pengumpan ambulance di kawasan pedesaan yang sulit diakses. Hal ini disampaikan oleh Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin.

Putu mengemukakan, hingga saat ini para petugas Puskesmas Bojongmanik masih aktif mengunjungi masyarakat yang berada di sembilan desa. Mereka menggunakan AMMDes ambulance feeder untuk pergi ke desa-desa khususnya di daerah terpencil, dengan infrastruktur jalan buruk.

Menurut laporan yang diterimanya, lanjut Putu, pihak Puskesmas Bojongmanik menjalankan aktivitas tersebut dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Di antaranya pemerintah daerah, Kepolisian, TNI, organisasi masyarakat, serta kader Jamilah dari USAID Jalin Project.

“Peran kader Jamilah dalam kegiatan ini adalah membantu tim Puskesmas untuk memberi informasi kepada masyarakat agar mengikuti konseling,” paparnya.

Sayangnya, meski perjuangan untuk lepas dari pandemi Covid-19 di Indonesia masih panjang. Hingga kini jumlah penderita Covid-19 terus bertambah meski mobilitas masyarakat sudah mulai tinggi kembali. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar