Agar Dicontoh Masyarakat, Kementerian Perhubungan Pesan 100 Unit Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

Berita Otomotif

Agar Dicontoh Masyarakat, Kementerian Perhubungan Pesan 100 Unit Mobil Listrik untuk Kendaraan Dinas

JAKARTA – Kementerian Perhubungan memesan sedikitnya 100 unit mobil listrik sebagai kendaraan dinas agar dicontoh oleh masyarakat untuk mengganti kendaraannya.

Kendaraan listrik tersebut nantinya akan dijadikan sebagai kendaraan dinas pejabat eselon I dan II Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, diharapkan para pejabat tersebut bisa menjadi contoh kepada masyarakat untuk menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Kita sudah pesan 100 kendaraan listrik untuk kendaraan dinas, nanti kendaraan listrik tersebut akan digunakan oleh para pejabat eselon I dan II di Kementerian Perhubungan. Para pejabat harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan,” tegas Budi Karya,  Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Tidak disebutkan kendaraan listrik apa yang telah dipesan oleh Kementerian Perhubungan. Namun Menhub yakin bahwa kendaraan listrik merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengurangi jumlah polusi udara di Indonesia.

“Tingginya jumlah kendaraan bermotor menyebabkan udara terpapar dalam polutan berbahaya, untuk itu penggunaan mobil listrik menjadi salah satu solusi kita untuk menurunkan kadar polusi yang ada,” tambahnya.

Sayangnya, harga kendaraan listrik di Indonesia saat ini terbilang masih tinggi dan termasuk mewah di Indonesia. Hyundai Ioniq, mobil yang digunakan sebagai GrabCar Elektrik dengan titik awal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saja dibanderol Rp 569 juta per unit off the road. Itu sudah merupakan mobil listrik termurah di Indonesia saat ini.

Meski menjadi mobil listrik paling murah, Hyundai Ioniq memiliki kapasitas baterai 38,3 kWh dan dapat diisi ulang hingga 80 persen hanya dalam 57 menit dengan fast-charging (50-kW). Ketika baterai terisi penuh, Hyundai Ioniq Electric mampu menempuh jarak mengemudi hingga 373 km (berdasarkan NEDC).

Bila Hyundai Ioniq merupakan mobil listrik yang dibeli oleh Kementerian Perhubungan, maka mereka harus menyediakan anggaran sedikitnya Rp 56,9 miliar. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar