50 Tahun Suzuki, Sukses Produknya Kerap Ditiru dalam Proyek Kolaborasi dengan Pabrikan Lain

Berita Otomotif

50 Tahun Suzuki, Sukses Produknya Kerap Ditiru dalam Proyek Kolaborasi dengan Pabrikan Lain

JAKARTA - Dalam 50 tahun keberadaan Suzuki di Indonesia, ada beberapa produk primadonanya yang dikopi pada proyek kolaborasi oleh pabrikan lain dalam upaya mengikuti jejak suksesnya.

Sepak terjang Suzuki di Indonesia tepat memasuki 50 tahun. Di awali dengan bisnis sepeda motor pada tahun 1970, salah satu pabrikan legendaris asal Jepang ini kemudian mulai berjualan mobil sekitar tahun 1976 melalu pick up Suzuki Carry ST10 dan hatchback Suzuki Fronte.

Evolusi terus terjadi hingga saat ini. Suzuki kini termasuk dalam 5 besar perusahaan otomotif tersukses di Indonesia dengan beragam produk andalannya baik yang dirakit dalam negeri maupun CBU. Produksi mobil-mobil Suzuki di Indonesia juga sukses di pasar ekspor ke beberapa negara di dunia.

50 tahun Suzuki

Yang juga tak luput dari ingatan, berbicara sukses beberapa produk Suzuki di Tanah Air membuat pabrikan lain mencoba peruntungan, terinspirasi untuk mengikuti jejak suksesnya. Kolaborasi pun terjadi, beberapa produk Suzuki kemudian hadir dengan diproduksi dan dijual oleh pabrikan lain.

Sebagai informasi, kerjasama ini berbeda dengan apa yang dilakukan Toyota dan Daihatsu. Semua proyek kolaborasi Toyota dan Daihatsu memang didevelop bersama sejak awal, kemudian diluncurkan berbarengan dan memang ada hubungan erat antara keduanya. 

Sementara kolaborasi yang terjadi pada Suzuki dengan pabrikan lain berbeda. Karena produk-produk Suzuki tersebut sudah lebih dulu eksis baru kemudian pabrikan lain mencoba peruntungan mengikuti jejaknya.

Berikut ini adalah 3 model Suzuki yang juga diproduksi dan atau dijual oleh pabrikan lain. Menariknya, salah satu produk buah kolaborasi ini ikut melegenda mengikuti jejak model Suzuki yang ditirunya.

Suzuki Carry - Mitsubishi Colt 120SS

50 Tahun Suzuki, Kesuksesan Produknya Kerap Dikopi dalam Proyek Kolaborasi dengan Pabrikan Lain
Kisah sukses Suzuki Carry kemudian diikuti dengan produk kolaborasi mereka bersama Mitsubishi yakni Colt 120SS. Mobil ini dibuat sebangun dengan Carry Futura dan ditawarkan dalam varian pick up juga minivan.

Mitsubishi Colt 120SS mulai diproduksi sejak 1997 di Indonesia. Selama 22 tahun, telah melahirkan 324.960 unit dan pada 2018, mobil ini telah terjual 9.840 unit atau sekitar 800 unit setiap bulannya.

Mitsubishi akhirnya menghentikan produksi Colt T120SS awal 2019. Dan ini adalah kisah sukses kolaborasi yang cukup melegenda di pasar otomotif Indonesia. Colt 120SS berhasil menggapai sukses sama seperti Carry.

Suzuki APV - Mitsubsihi Maven

50 Tahun Suzuki, Kesuksesan Produknya Kerap Dikopi dalam Proyek Kolaborasi dengan Pabrikan Lain
Mitsubishi kemudian tertarik juga untuk memproduksi produk yang sama dengan Suzuki lainnya. Dan akhirnya memproduksi Mitsubishi Maven yang merupakan hasil kloning dari Suzuki APV.

Model mini bus yang punya tingkat lebih advance ini mulai diluncurkan Mitsubishi pada 2004. Maven kemudian diproduksi dalam waktu kurang lebih 6 tahun.

Memang kisah Maven tak sesukses Colt T120SS. Minivan ini terjual sebanyak 3.422 unit hingga sekitar tahun 2009.

Di sisi lain, hingga saat ini Suzuki APV masih eksis dijual oleh Suzuki Indonesia. Ada 2 model yang ditawarkan jika Anda masuk ke website Suzuki Indonesia yakni APV New Luxury dan APV Arena.

Suzuki Ertiga Gen 1 - Mazda VX1

50 Tahun Suzuki, Kesuksesan Produknya Kerap Dikopi dalam Proyek Kolaborasi dengan Pabrikan Lain
Saat Mazda masih berada di bawah PT Mazda Motor Indonesia (MMI), terjadi proyek kolaborasi dengan Suzuki Indonesia dalam memproduksi Mazda VX1 yang merupakan kembaran dari Suzuki Ertiga gen 1. Sepertinya MMI tertarik untuk ikut masuk dalam bisnis low MPV yang merupakan kelas primadona di Indonesia.

Sayangnya kerjasama ini tidak berlangsung lama. Ketatnya kompetisi di kelas low MPV membuat Mazda VX1 tidak bisa banyak berbicara.

Proyek ini dimulai pada 2017. Dan kemudian berhenti saat Mazda dipegang PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku APM. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar