50 Tahun di Indonesia, Suzuki Makin Fokus Jual Mobil Rakitan Lokal

Berita Otomotif

50 Tahun di Indonesia, Suzuki Makin Fokus Jual Mobil Rakitan Lokal

JAKARTA – Suzuki sudah menjalani bisnis selama setengah abad di Indonesia dan kini makin fokus menjual mobil-mobil rakitan lokal, khususnya di segmen kendaraan penumpang. Keseriusan ini terlihat dari banyaknya pabrik yang mereka miliki plus tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam mobil-mobil mereka.

Pada 2020, Suzuki genap 50 tahun berada di Indonesia. Di usia ini, untuk menghadapi persaingan di pasar otomotif Indonesia yang besar dan makin ketat, Suzuki pasang strategi untuk mengandalkan mobil-mobil yang diproduksi di dalam negeri.

Tatik ini, kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) terefleksikan betul dari penjualan. Sebanyak 90 persen dari transaksi jual – beli mereka dikontribusikan oleh model-model rakitan negeri ini.


“Kami akan fokus jual produk-produk yang kami produksi di Indonesia. Artinya adalah menjual di dalam negeri atau pun mengekspornya. Kami tak akan membagi mana di antara dua prioritas itu yang lebih penting. Dua-duanya menurut kami faktor kontributor penting bisnis Suzuki di Indonesia,” kata Donny dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) beberapa waktu lalu.

Demi menjalankan rencana itu, Suzuki sudah mengoperasikan empat pabrik hingga 2020. Dua berlokasi di Jakarta, sementara dua lainnya di Bekasi, Jawa Barat. Total produksi roda empat selama 50 tahun mencapai lebih dari 2,5 juta unit.

“Secara (fasilitas) manufakturing, kami sudah punya empat. Ada di Cakung, Tambun 1, Tambun 2, dan Cikarang,” tukas Donny.

Pabrik-pabrik itu, menurutnya lagi, tak hanya merakit lokal unit kendaraan. Komponen-komponennya pun sudah dirakit di sana, sehingga TKDN mobil-mobil Suzuki terbilang tinggi.


“Kami boleh menepuk dada karena TKDN kami cukup tinggi. Bahkan, komponen mesin dan transmisi untuk proses casting dan lain-lainnya sudah dilokalkan di Indonesia. Di Cakung dan Cikarang. Jadi, TKDN kami sekarang hampir 85 persen atau lebih. Kami memulai perakitan pada 1970-an dan kini sampai punya TKDN mendekati angka 90 persen,” tandasnya.

Selain fokus di produk-produk rakitan lokal, Suzuki pun makin memperdalam penetrasi mereka di segmen mobil penumpang. Strategi memperkuat lini produk kendaraan penumpang sudah mereka lancarkan sejak 2010.

Dari lima mobil rakitan lokal, tiga di antaranya benar-benar menyasar segmen kendaraan penumpang yaitu Karimun Wagon R, Ertiga, XL7. Adapun dua lainnya memiliki varian untuk penumpang maupun untuk mengangkut barang (kendaraan niaga) yakni Carry serta APV.


“Kalau melihat komposisi, demografis dan sebagainya, sektor mobil penumpang akan lebih banyak tumbuh di Indonesia maupun negara tujuan ekspor. Sudah 45 persen dari penjualan kami (di Indonesia) datang dari kendaraan penumpang),” jelas Donny. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar