Suzuki Yakin Jadi Merek Mobil Terlaris Ketiga di Indonesia pada 2020

Berita Otomotif

Suzuki Yakin Jadi Merek Mobil Terlaris Ketiga di Indonesia pada 2020

JAKARTA – Suzuki yakin mampu menjadi merek mobil terlaris ketiga di Indonesia pada 2020, di tengah terpaan pandemi virus Corona (Covid-19) terhadap semua pemain industri otomotif.

Pada 2019, Suzuki adalah merek mobil terlaris kelima di pasar otomotif Tanah Air baik dari perspektif penjualan wholesales (dari pabrikan ke dealer) maupun penjualan retail (dari dealer ke konsumen). Pabrikan asal Jepang tersebut yakin bahwa di akhir tahun ini mereka bisa naik dua tingkat ke posisi tiga.

“Kami, sih, positif pada 2020 ini setidaknya bisa ke 3 besar kembali. Moga-moga bisa. Kalau dilihat, kontribusi kami terhadap pasar (pangsa pasar—Red) sudah mulai naik baik itu wholesales maupun retail,” ucap Donny Saputra selaku Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Rabu (30/9/2020).

Menurut Donny, Suzuki sempat menjadi merek mobil terlaris pertama di Nusantara jika melihat ke era 1980 – 1990-an. Mereka kemudian menjadi merek mobil terlaris ketiga pada 2010. Suzuki lalu berkutat di lima besar selama satu dekade terakhir.


Jika menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama delapan bulan pertama 2020 Suzuki berada di peringkat keempat secara wholesales maupun retail. Penjualan wholesales Januari – Agustus mereka adalah 38.656 unit (turun 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu/year on year) dengan pangsa pasar 11,9 persen, sedangkan penjualan retail mereka 45.227 unit (turun 32 persen year on year) dengan pangsa pasar 12,4 persen.

Di atas Suzuki ada Toyota, Daihatsu, Honda. Total pasar mobil Januari – Agustus sendiri 323.507 unit untuk wholesales (turun 51,3 persen year on year) dan 364.034 unit untuk retail (turun 46,4 year on year).

Penjualan seluruh merek mobil terpukul oleh pandemi Corona yang diketahui masuk Indonesia pada Maret 2020. Sejak April, Gaikindo sudah merevisi target dari semula 1,050 juta unit—tak jauh beda dari capaian 2019 sebanyak 1,030 juta unit—menjadi hanya 600 ribu unit. Angka ini pun kemungkinan besar direvisi kembali.


Lebih lanjut, Donny berharap pascapandemi nanti tidak hanya pangsa pasar dan posisi Suzuki saja yang membaik. Mereka ingin volume penjualan juga membesar dengan berkonsentrasi pada produk-produk rakitan lokal.

“Tak hanya pangsa pasar saja, kami juga berharap secara volume pasar kami bisa kembali ke angka-angka seperti sebelum era pandemi,” tutup dia.

Sebagai gambaran, pada 2019 Suzuki membukukan volume wholesales 100.383 unit (turun 14,9 persen year on year) dengan pangsa pasar 9,7 persen. Volume retail, di sisi lain, 102.865 (turun 11,8 persen year on year) dengan pangsa pasar 9,9 persen. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar