14 Ribu Orang Keluar Jabodetabek, Jokowi Minta Larangan Mudik Dipertegas

Berita Otomotif

14 Ribu Orang Keluar Jabodetabek, Jokowi Minta Larangan Mudik Dipertegas

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta larangan mudik di tengah pandemi virus Corona dipertegas. Selama sepekan belakangan telah ada belasan ribu orang yang keluar area Jakarta dan sekitarnya menuju empat provinsi.

Sekadar mengingatkan, pandemi virus Corona diketahui masuk Indonesia sejak 2 Maret 2020. Sejak itu hingga Per Minggu (29/3/2020), sudah ada 1.285 kasus positif terinfeksi, dengan 114 di antaranya meninggal dan 64 lainnya sembuh.

Jokowi, sapaan Joko Widodo, mengatakan bahwa arus mudik Lebaran di tengah pandemi telah terjadi lebih cepat. Menurut dia, fenomena tersebut bukan dipicu faktor budaya tapi karena lesunya ekonomi di Ibu Kota selama masa tanggap darurat pandemi Corona berlaku dan menyebabkan mayoritas warga bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sejak pertengahan Maret.

“Banyak pekerja informal di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang. Tidak ada pendapatan sama sekali akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu kerja di rumah, sekolah dari rumah, dan ibadah di rumah,” kata dia dalam Rapat Terbatas Melalui Video Conference Mengenai Antisipasi Mudik Lebaran yang ditayangkan langsung akun Facebook Sekretariat Kabiner RI pada Senin (30/3/2020).

Jokowi menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima, sudah ada 14 ribu orang yang mudik dari Ibu Kota dan kota-kota penyokongnya selama sekitar satu pekan terakhir. Mereka semua menggunakan angkutan umum darat menuju empat provinsi.

“Selama delapan hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” tandasnya.

Jokowi pun mengatakan bahwa para kepala daerah perlu mengambil langkah lebih tegas demi mencegah terjadinya pergerakan massa lebih lanjut ke daerah. Sejauh ini ia melihat para kepala daerah sudah mengimbau, tapi itu belum cukup.

“Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk putuskan mata rantai penyebaran covid19 ini,” pungkas dia.

Kepala-kepala daerah yang telah telanjur kedatangan pemudik juga diminta memperketat protokol kesehatan hingga ke tingkat desa. Menurut dia. Protokol ini mesti dilaksanakan secara terukur dan tidak berlebihan.

Pemutusan mata rantai penyebaran dengan mengantisipasi arus mudik harus menjadi fokus. Pasalnya, tradisi mudik melibatkan mobilitas massa yang masif.

“Sebagai gambaran, pada 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia (saat mudik Lebaran),” tukas Jokowi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar