Waspada Pilih Kendaraan Bekas Pasca Bencana Banjir

Panduan Pembeli

Waspada Pilih Kendaraan Bekas Pasca Bencana Banjir

JAKARTA – Setelah terjadinya banjir besar yang melanda Jabodetabek pada awal tahun 2020, pasar mobil bekas diyakini akan dipenuhi dengan mobil-mobil bekas banjir.

Meski diyakini akan dijual dengan harga relatif rendah, kondisi kendaraan bekas banjir tentulah tidak akan sebaik kendaraan yang tidak pernah terkena banjir. Untuk itu, diperlukan ketelitian dalam memilih kendaraan bekas sebelum memutuskan untuk membeli.

“Harus teliti, periksa seluruh kondisi mobil seperti interior, eksterior dan mesin. Bila ada yang kurang sreg, lebih baik ahli untuk memastikan kondisi kendaraan,” ungkap Guntur Wiryagurnita, Kepala Cabang Auto Value Gading Serpong dan Pulogadung.

Selain itu Ia juga menyarankan untuk melihat asal usul kendaraan tersebut. Biasanya alamat pemilik kendaraan bisa diketahui dengan melihat BPKB atau STNK kendaraan. Pastikan alamat pemilik sebelumnya bukan berasal dari lokasi yang rawan banjir.

“Selain itu hati-hati juga dengan pedagang yang menawarkan harga kendaraannya di bawah harga pasar. Lebih baik membeli Beli kendaraan di showroom terpercaya atau berani memberi jaminan bebas banjir,” tambahnya.

Meski sudah diperbaiki, mobil bekas korban banjir tetap saja akan meninggalkan jejak. Mobil123.com punya beberapa poin soal jejak-jejak tersebut yang bisa Anda perhatikan secara seksama. 

Salah satu jejak yang mudah terdeteksi adalah bila masuk ke dalam akan tercium bau apek. Selain itu, besi-besi di kolong jok juga sudah mulai berkarat. Bekas lumpur biasanya juga masih akan tertinggal di dinding ruang mesin, blok mesin atau komponen lainnya.

Curigai juga mobil yang sudah dilengkapi dengan kabel-kabel baru khususnya di bawah dashboard. Kabel-kabel yang masih baru bisa menjadi pertanda bahwa kabel tersebut sudah pernah diganti karena terendam banjir.

Cermati dengan seksama lampu-lampu pada mobil, baik depan maupun belakang. Perhatikan apakah terdapat sisa-sisa uap air di balik permukaan mika lampu sebelah dalam. Fokuskan perhatian pada batok lampu bagian depan juga belakang. Jika kondisi lampu masih bagus, tidak pecah namun terlihat mengembun, Anda patut mencurigainya.

Buka pintu kendaraan dan fokuskan perhatian pada celah-celah pintu. Dengan kondisi yang agak terjepit seperti pada engsel pintu bagian depan, posisinya nyaris sulit untuk digapai dengan tangan apalagi alat poles. Jika mobil tersebut terdampak banjir, biasanya terlihat garis-garis berwarna kuning dan meninggalkan jamur yang luput untuk dibersihkan.

Jangan lupa untuk memeriksa tempat penyimpanan roda cadangan. Karena letaknya tertutup biasanya bagian ini luput untuk dibersihkan secara benar.

Selanjutnya, pehatikan kompartemen mesin. Terdapat posisi-posisi sulit untuk dibersihkan pada bagian ini dan biasa menjadi tempat persembunyian sisa-sisa endapan lumpur. Perhatikan juga garis-garis pengelasan, guratan-guratan halusnya biasanya tampak menguning jika terdapat sisa endapan.

Untuk memeriksa mesin, cara paling mudah adalah dengan mencabut dipstick oli dan lihat apabila berwarna coklat susu berarti masih terdapat banyak kandungan air di dalamnya. Kondisi ini terjadi biasanya jika si pemilik tidak melakukan apa-apa pada mesin. Namun jika pemilik sudah melakukan pembersihan seperti melakukan engine flush dan mengganti oli biasanya hal ini tidak tampak.

Untuk memastikan mesin benar-benar telah terbebas dari sisa air Anda bisa melakukan beberapa pengecekan lanjutan. Buka tutup pengisian oli, jika terdapat kerak berwarna putih itu berasal dari uap air itu menandaka masih adanya kandungan air pada bagian dalam mesin. Noda kerak tersebut biasanya juga terdapat pada selang udara kecil yang terdapat pada tutup silinder head.

Jangan lupa perhatikan bunyi mesin saat beroperasi. Banyak mekanik mengatakan apabila engine flush tidak dilakukan dengan baik, biasanya menyebabkan bunyi mesin yang sedikit lebih kasar dari biasanya.

Terakhir, banyak yang mengkhawatirkan kondisi ECU setelah mobil terendam banjir. Namun selama mesin bisa dihidupkan dan engine check lamp tidak menyala maka sejauh ini mobil bekas incaran Anda aman dari kerusakan ECU. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support