Toyota Babak Belur di Inggris Terimbas Brexit

Berita Otomotif

Toyota Babak Belur di Inggris Terimbas Brexit

BURNASTON – Toyota tampaknya harus menghentikan pabriknya di Burnaston, Inggris.

Hal ini karena hingga sekarang tidak ada kesepakatan perdagangan setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. Padahal, Toyota memproduksi kendaraan cukup besar dari pabrik mereka tersebut.

Tepat pada tanggal 23 Juni 2016, Inggris menggelar referendum untuk menegaskan posisinya di Uni Eropa, tetap bergabung atau melepas keanggotaannya. Hasil referendum tersebut pun menunjukkan bahwa rakyat di sana ingin untuk keluar dari Uni Eropa. Keluarnya Inggris baru akan diresmikan tahun depan, itu pun akan dilakukan setelah masa transisi selama 21 bulan yang dimulai pada akhir Maret 2019.

Keputusan untuk keluar dari Uni Eropa tentu saja memukul beberapa industri, termasuk industri otomotif. Pasalnya, dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tentu saja membuat ekspor kendaraan menjadi sulit, meski produksi pabrik di negara tersebut sangat besar.

Tercatat, tahun lalu saja Toyota memproduksi 150.000 kendaraan. Dari jumlah tersebut, 90 persen di antaranya diekspor ke Uni Eropa. Keputusan untuk mengentikan produksinya pun terdengar cukup serius karena selain kapasitasnya yang besar, Toyota (Corolla) pun rencananya akan diproduksi di pabrik tersebut

“Pandangan saya adalah bila Inggris keluar dari Uni Eropa pada akhir Maret, kemungkinan kami ajan menghentikan produksi. Bisa dalam beberapa jam, hari, minggu atau bahkan mungkin bulan,” ungkap Marvin Cooke Plant Managing Director.

Sama seperti Toyota, BMW dan Jaguar Land Rover (JLR) pun telah memgingatkan tentang kemungkinan masalah produksi jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa ada perjanjian perdagangan. Sementara sebagian besar bisnis bahkan belum melakukan penilaian resiko dampak dari Brexit.

Salah satu dilema yang bakal terjadi saat Inggris resmi akan meninggalkan Uni Eropa kurang dari 200 hari lagi. Ini tak lain karena mereka sedang mempersiapkan Toyota Corolla terbaru yang akan diluncurkan pada awal 2019. Mobil tersebut akan hadir dengan beragam ubahan termasuk di antaranya adalah dimensi yang menjadi lebih besar. Di sana, Corolla akan ditawarkan sebagai hatchback lima pintu, wagon dan sedan.

Namun hingga saat berita ini dibuat, keputusan hengkannya Toyota dari Inggris belum mencapai kata final. Jika benar kejadian, maka Toyota Corolla akan menjadi model terakhir yang diproduksi oleh Toyota di Inggris. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar